BREAKING NEWS
 

Pasca Pergantian Menkeu

Reshuffle Kabinet Peluang Perbaiki Tata Kelola Fiskal

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Kamis, 11 September 2025 06:30 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) bersama pejabat sebelumnya Sri Mulyani Indrawati saat acara serah terima jabatan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) dari Sri Mulyani Indrawati ke Purbaya Yudhi Sadewa melalui reshuffle kabinet dinilai membuka peluang untuk memperbaiki tata kelola fiskal dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Pandangan itu mengemuka dalam diskusi panel bertajuk “Re­shuffle Menyembuhkan Ekono­mi?” yang digelar Universitas Paramadina, Selasa (10/9/2025).

Ekonom Universitas Para­madina Wijayanto Samirin me­negaskan, reshuffle dapat di­manfaatkan untuk memperkuat pengelolaan fiskal.

Baca juga : Halte Jaga Jakarta Jadi Alarm Dampak Amarah

“Menteri Keuangan hanya satu pemain dari sebelas pe­main, seperti di sepak bola. Dia pemungut pajak dan pengontrol pengeluaran fiskal. Namun, per­an ini tetap krusial dalam men­jaga keseimbangan,” ujarnya.

Menurut Wijayanto, Indonesia menghadapi tantangan deindus­trialisasi dini. Kontribusi sektor manufaktur terhadap Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) turun dari 22 persen pada 2010 menjadi 18,6 persen.

Meski begitu, dia menilai masih ada ruang memperbaiki kondisi. “Rasio pembayaran bunga utang sudah 42 persen dari pendapatan negara. Jika pengelolaan fiskal diperkuat, kondisi ini bisa mem­baik,” katanya.

Baca juga : Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Sita Dua Rumah Senilai Rp 6,5 Miliar

Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eisha Magh­firuha Rachbini melihat adanya peluang memperkuat daya tahan ekonomi setelah reshuffle.

“Upah riil tumbuh stagnan, penerimaan masyarakat tidak naik. Namun, angka pengang­guran justru menurun ke level terendah dalam 25 tahun terakhir. Ini menunjukkan ada modal positif untuk membangun struktur ekonomi lebih sehat,” ujarnya.

Eisha mencatat, per Februari 2025, pekerja informal mencapai 59,4 persen atau 86,58 juta orang, naik dari 56,6 persen pada 2020.

Baca juga : Penyakit Kronis Garuda Tumpul Di Depan

“Reshuffle ini diharapkan tidak hanya menjadi respons jangka pendek. Tetapi juga lang­kah untuk memastikan kebijakan fiskal memberi stimulus yang tepat,” tambahnya.

Pemimpin Redaksi InfoBank Eko B. Supriyanto mengatakan, Menteri Keuangan baru mem­bawa semangat perubahan.

Adsense

“Problem kita bukan kekurangan uang, tapi kebanyakan krimi­nal keuangan atau koruptor. Itu problem serius. Namun, dengan kepemimpinan baru, ada pe­luang memperbaiki tata kelola dan memulihkan kepercayaan publik,” kata Eko.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense