RM.id Rakyat Merdeka - Banyak orang ogah memiliki asuransi karena menganggap merugikan, yakni layanan ribet, mahal dan hanya diperuntukkan buat kalangan kelas atas. PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) menegaskan, semua pandangan itu salah kaprah. Sebab, asuransi memberikan banyak manfaat dan bisa diakses semua kalangan.
Pengamat asuransi Irvan Rahardjo mengamini pandangan IFG Life bahwa asuransi sangat penting dan dibutuhkan.
“Buktinya, ada BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan. Ini merupakan asuransi sosial dan nyatanya bisa dinikmati oleh seluruh penduduk dari segala lapisan,” ujar Irvan kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Begitu juga asuransi komersial, paparnya, bisa diakses semua kalangan. Selama ini perusahaan asuransi sudah memiliki produk yang ditujukan untuk melindungi para pelaku usaha kecil.
Baca juga : DKI Dituntut Jamin Tarif Air Murah Dan Layanan Top
“Kan ada tuh asuransi mikro dengan premi sangat murah yang terjangkau untuk masyarakat kelas bawah,” jelasnya.
Untuk itu, lanjut Irvan, kalau ada miskonsepsi bahwa asuransi hanya untuk kalangan atas saja, karena dianggap sebagai suatu kemewahan, tentu hal tersebut tidak mendasar.
“Pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar. Karena setiap asuransi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu,” tegasnya.
Terpisah, Direktur Bisnis Individu IFG Life Fabiola Noralita menjelaskan, minimnya pemahaman mengenai manfaat asuransi. Hal ini menjadi salah satu faktor utama rendahnya kesadaran masyarakat untuk memiliki perlindungan sejak dini.
Baca juga : Dua Mantan Bos Sritex Ditetapkan Jadi Tersangka
“Masyarakat belum menyadari bahwa asuransi bukan sekadar biaya, melainkan investasi perlindungan jangka panjang bagi diri dan keluarga,” ujar Fabiola dalam keterangan resminya, Kamis (11/9/2025).
Hal ini, kata dia, antara lain dikarenakan masih rendahnya penetrasi dan literasi asuransi di Indonesia, sehingga masih besar tantangan dalam meningkatkan edukasi keuangan.
Ia menyampaikan, berdasarkan laporan IFG Progress (Februari 2025), tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih menjadi yang terendah di kawasan Asia Tenggara, yakni hanya 1,4 persen.
Angka ini, lanjutnya, tertinggal dibandingkan Vietnam (2,2 persen), Filipina (2,5 persen), Malaysia (3,8 persen), Thailand (4,6 persen), Singapura (12,5 persen), serta dua negara besar Asia lainnya, China (3,9 persen) dan India (4 persen).
Baca juga : WTA Sao Paulo 2025, Janice Tjen Melaju Ke Babak Semifinal
Sementara, tingkat literasi asuransi di Indonesia pada 2025 tercatat sekitar 45,45 persen berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Ini pun masih lebih rendah dibandingkan rata-rata negara lain, yang mencapai 60-70 persen.
“Karenanya, penting untuk memahami lebih jelas soal manfaat asuransi, sehingga bisa meluruskan beberapa miskonsepsi yang selama ini berkembang,” kata Fabiola.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.