BREAKING NEWS
 

IFG Life Beri Edukasi Manfaat Dan Proteksinya

Banyak Orang Anggap Asuransi Ribet Dan Mahal

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Sabtu, 13 September 2025 06:30 WIB
Direktur Bisnis InĀ­dividu IFG Life Fabiola Noralita. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/RM.id)

 Sebelumnya 
Ia pun menjelaskan, miskon­sepsi yang dimaksud, seperti anggapan masyarakat bahwa proses klaim asuransi selalu ru­mit, membutuhkan waktu lama dan sering kali memakan biaya tambahan.

Menurutnya, persepsi ini membuat sebagian orang eng­gan memiliki asuransi, karena merasa akan dipersulit saat mem­butuhkan manfaat perlindungan.

“Kami tegaskan, klaim asur­ansi sebenarnya dirancang untuk mudah, cepat dan transparan,” katanya.

Dia lalu mencontohkan, selain pengajuan klaim konvensional, nasabah IFG Life juga dapat mengajukan klaim secara digital melalui aplikasi One by IFG. Hal ini juga memudahkan masyara­kat yang ada di kota kecil.

Baca juga : DKI Dituntut Jamin Tarif Air Murah Dan Layanan Top

Miskonsepsi lainnya, sam­bung dia, anggapan bahwa asur­ansi hanya ditujukan bagi mereka yang memiliki penghasilan tinggi atau pekerjaan tertentu.

Karenanya, persepsi ini membuat sebagian masyarakat merasa bahwa proteksi asuransi bukan­lah kebutuhan prioritas, melain­kan sebuah kemewahan.

Ia memastikan, produk IFG Life dirancang agar mudah diakses dan pilihan proteksinya dapat disesuaikan dengan ke­mampuan finansial dan prioritas hidup masing-masing.

Selanjutnya, ada miskonsepsi bahwa manfaat asuransi jiwa hanya dapat dirasakan setelah meninggal dunia.

Baca juga : Dua Mantan Bos Sritex Ditetapkan Jadi Tersangka

Yang mana, sebagian masyarakat menganggap asuransi jiwa hanya bermanfaat bagi ahli waris, ketika pemegang polis meninggal dunia.

“Pandangan ini keliru dan membuat banyak orang menun­da memiliki perlindungan sejak dini,” tegasnya.

Faktanya, asuransi jiwa tidak hanya bermanfaat saat pemegang polis meninggal dunia. Tetapi juga dapat memberikan perlindungan finansial ketika mengha­dapi risiko penyakit kritis.

Selain itu, masih banyak masyarakat beranggapan bahwa premi asuransi selalu mahal dan sulit dijangkau.

Baca juga : WTA Sao Paulo 2025, Janice Tjen Melaju Ke Babak Semifinal

“Ini yang membuat asuransi di­anggap bukan prioritas. Padahal, asuransi bertujuan untuk memi­liki perlindungan,” sesal Fabiola.

Ia berharap, penetrasi asuransi dapat terus meningkat di Indonesia, karena manfaat per­lindungan dapat dirasakan lebih optimal, dengan premi yang tetap terjangkau.

“Asuransi bukanlah beban biaya, melainkan perlindungan finansial yang semakin penting di tengah ketidakpastian,” tukasnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense