Sebelumnya
Ia pun menjelaskan, miskonsepsi yang dimaksud, seperti anggapan masyarakat bahwa proses klaim asuransi selalu rumit, membutuhkan waktu lama dan sering kali memakan biaya tambahan.
Menurutnya, persepsi ini membuat sebagian orang enggan memiliki asuransi, karena merasa akan dipersulit saat membutuhkan manfaat perlindungan.
“Kami tegaskan, klaim asuransi sebenarnya dirancang untuk mudah, cepat dan transparan,” katanya.
Dia lalu mencontohkan, selain pengajuan klaim konvensional, nasabah IFG Life juga dapat mengajukan klaim secara digital melalui aplikasi One by IFG. Hal ini juga memudahkan masyarakat yang ada di kota kecil.
Baca juga : DKI Dituntut Jamin Tarif Air Murah Dan Layanan Top
Miskonsepsi lainnya, sambung dia, anggapan bahwa asuransi hanya ditujukan bagi mereka yang memiliki penghasilan tinggi atau pekerjaan tertentu.
Karenanya, persepsi ini membuat sebagian masyarakat merasa bahwa proteksi asuransi bukanlah kebutuhan prioritas, melainkan sebuah kemewahan.
Ia memastikan, produk IFG Life dirancang agar mudah diakses dan pilihan proteksinya dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial dan prioritas hidup masing-masing.
Selanjutnya, ada miskonsepsi bahwa manfaat asuransi jiwa hanya dapat dirasakan setelah meninggal dunia.
Baca juga : Dua Mantan Bos Sritex Ditetapkan Jadi Tersangka
Yang mana, sebagian masyarakat menganggap asuransi jiwa hanya bermanfaat bagi ahli waris, ketika pemegang polis meninggal dunia.
“Pandangan ini keliru dan membuat banyak orang menunda memiliki perlindungan sejak dini,” tegasnya.
Faktanya, asuransi jiwa tidak hanya bermanfaat saat pemegang polis meninggal dunia. Tetapi juga dapat memberikan perlindungan finansial ketika menghadapi risiko penyakit kritis.
Selain itu, masih banyak masyarakat beranggapan bahwa premi asuransi selalu mahal dan sulit dijangkau.
Baca juga : WTA Sao Paulo 2025, Janice Tjen Melaju Ke Babak Semifinal
“Ini yang membuat asuransi dianggap bukan prioritas. Padahal, asuransi bertujuan untuk memiliki perlindungan,” sesal Fabiola.
Ia berharap, penetrasi asuransi dapat terus meningkat di Indonesia, karena manfaat perlindungan dapat dirasakan lebih optimal, dengan premi yang tetap terjangkau.
“Asuransi bukanlah beban biaya, melainkan perlindungan finansial yang semakin penting di tengah ketidakpastian,” tukasnya. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.