RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka menguat sebesar 0,11 persen ke level Rp 16.422 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di level Rp 16.440 per dolar AS.
Indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang saingan naik 0,12 persen ke level 96,36. Sementara itu, rupiah terhadap poundsterling Inggris melemah 0,18 persen ke Rp 22.374, dan terhadap dolar Australia turun 0,23 persen ke Rp 10.952.
Baca juga : Dolar AS Melemah, Rupiah Dibuka Menguat Ke Rp 16.382 Per Dolar AS
Pergerakan mata uang Asia mayoritas menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong naik 0,03 persen, yuan China menguat 0,07 persen, rupee India naik 0,18 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,30 persen. Sementara itu, dolar Singapura melemah tipis 0,01 persen, yen Jepang melemah 0,05 persen, won Korea Selatan turun 0,16 persen, dan baht Thailand melemah 0,23 persen.
Analis pasar keuangan, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah didorong pelemahan dolar AS jelang keputusan Federal Open Market Committee (FOMC). Dari dalam negeri, investor juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).
Baca juga : Rupiah Melemah Ke Rp 16.400 Per Dolar AS, Pasar Tunggu Keputusan BI Dan The Fed
“Namun, penguatan akan terbatas oleh kekhawatiran dan polemik seputar perluasan mandat BI serta fungsi pengawasan BI oleh DPR,” jelasnya, Rabu (17/9/2025).
Lukman memproyeksikan, nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp 16.350 hingga Rp 16.500 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.