Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ekonom: Fundamental Kuat, Rupiah Bisa Menguat Ke Rp 15.800 Per Dolar AS
Kamis, 4 September 2025 09:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Chief Economist IQI Global Kuala Lumpur, Shan Saeed, menilai nilai tukar rupiah akan tetap stabil secara struktural sepanjang 2025, bahkan berpotensi menguat pada paruh kedua tahun ini.
“Pada paruh kedua tahun 2025, rupiah Indonesia diperkirakan akan berada pada jalur yang stabil dan sedikit menguat,” kata Saeed kepada Rakyat Merdeka, Kamis (4/9/2025)
Baca juga : Rupiah Pagi Ini Dibuka Pada Level Rp 16.415 Per Dolar AS
Ia memproyeksikan, rupiah akan menguat di kisaran Rp15.800 hingga Rp16.100 per dolar AS pada akhir 2025. Menurutnya, optimisme ini didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang kuat serta kebijakan makroekonomi yang sehat.
“Secara keseluruhan, meskipun ketidakpastian global masih ada, prospek rupiah tetap optimis berkat pondasi ekonomi negara yang kokoh,” ujar ekonom lulusan University of Chicago Booth School of Business, Amerika Serikat, itu.
Baca juga : Ekonom: Data Ekonomi Solid, Rupiah Dan Pasar Saham Kuat
Saeed juga menilai, Bank Indonesia (BI) berhasil menjaga kebijakan moneter yang hati-hati demi stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi nasional. “BI telah melakukan pekerjaan yang baik dalam menjaga stabilitas moneter, sehingga pasar tetap percaya pada prospek rupiah,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya