BREAKING NEWS
 

Waketum KADIN: Pidato Prabowo di PBB Berpotensi Tingkatkan Ekonomi Domestik

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 25 September 2025 17:13 WIB
Foto: KADIN.

RM.id  Rakyat Merdeka - Diplomasi internasional yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat berpotensi menarik investasi sekaligus mengerek pertumbuhan ekonomi domestik.

Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro Ekonomi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aviliani menilai, Indonesia kini berada pada posisi strategis sebagai negara berkembang dengan potensi pertumbuhan ekonomi tinggi.

Aviliani menekankan, posisi Presiden Prabowo kini semakin diperhitungkan di kancah internasional usai berpidato di Markas PBB pada 23 September kemarin.

Hal tersebut dinilai juga ikut menempatkan Indonesia pada posisi strategis untuk menarik investasi dan kerja sama global.

“Pak Prabowo sekarang di mata dunia sangat diperhitungkan. Jadi, sebenarnya ini momentum baik. Kalau orang sudah dipercaya, mau minta apa saja pasti bisa,” ujarnya saat menjadi pembicara di Katadata Policy Dialogue bertajuk Presiden Prabowo di Panggung PBB: Apa Pentingnya?' yang digelar di Kantor Katadata, Blok M, Jakarta Selatan pada Rabu (24/9/2025).

Menurut Aviliani, momentum ini idealnya bisa dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Indonesia.

Baca juga : Komisi I Bangga, Pidato Presiden Prabowo Di PBB Bersejarah

Namun, ia menekankan keberhasilan Prabowo di kancah internasional harus diimbangi dengan kesiapan domestik, terutama dari aspek birokrasi maupun perizinan berusaha.

Birokrasi yang lambat dan prosedur yang rumit dinilai masih menjadi tantangan utama bagi Indonesia dalam memaksimalkan peluang global.

“Jangan sampai sudah dipercaya, ketika investor masuk ke Indonesia, banyak persoalan yang mereka akhirnya tidak jadi. Birokrasi ini menjadi masalah dari tahun ke tahun,” kata Aviliani.

Aviliani menjelaskan, kondisi demografi suatu negara menjadi salah satu faktor krusial yang menentukan pertumbuhan ekonomi. Ini karena jumlah penduduk usia produktif mempengaruhi konsumsi dan investasi.

Adsense

“Demografi sangat menentukan bagaimana perekonomian itu tumbuh, makanya kalau kita lihat yang bisa tumbuh 4-5 persen ke atas itu adalah negara berkembang. Negara-negara maju cenderung hanya sampai 2-3 persen,” kata Aviliani.

Menurut dia, situasi sejumlah negara maju kini mengalami pertumbuhan konsumsi yang lambat akibat populasi menua, sehingga investasi juga cenderung menurun.

Baca juga : Eddy Soeparno: Pidato Prabowo Di PBB Tegaskan Indonesia Siap Jadi Climate Leader

Sebaliknya, negara-negara berkembang masih memiliki permintaan domestik yang kuat dan peluang investasi tinggi.

'Tidak ada orang yang mau berinvestasi ketika konsumsi turun. Nah, sekarang tinggal bagaimana kebijakan-kebijakan pemerintah itu bisa membuat investor tertarik masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Hamdan Hamedan, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah menggambarkan forum Sidang Majelis Umum PBB sebagai ‘Piala Dunia Diplomasi’. Kepala negara maupun kepala pemerintahan hadir untuk membawa solusi global.

Menurut Hamdan, Prabowo di Sidang Umum PBB menekankan pentingnya multilateralisme, ketahanan pangan, dan aksi nyata terhadap perubahan iklim sebagai bagian dari peran global Indonesia di kancah internasional.

Hamdan menyebut, isi pidato yang disampaikan oleh Prabowo mendapat simpati positif dari para peserta sidang yang hadir.

“Kalau kita lihat Sidang Umum PBB itu seperti piala dunia diplomasi. Kepala pemerintahan dan kepala negara hadir, bukan untuk melihat siapa yang mencetak gol paling banyak, tapi yang datang dan bisa membawa solusi,” ujarnya.

Baca juga : Prof Harris Arthur: Pidato Prabowo di PBB Simbol Kepercayaan Diri Bangsa

Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, menilai Prabowo dalam pidatonya di Sidang Umum PBB menunjukkan komitmen yang baik dalam mendukung perdamaian dunia.

"Komitmen Pak Prabowo sudah oke, bahkan berani mengirim personel perdamaian. Yang belum disampaikan adalah langkah selanjutnya, yakni agenda reformasi PBB," tuturnya.

Rezasyah menyebut Indonesia memiliki posisi strategis, terutama karena peran aktifnya dalam diplomasi multilateral dan kontribusinya di berbagai misi perdamaian internasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense