Dark/Light Mode

Komisi I Bangga, Pidato Presiden Prabowo Di PBB Bersejarah

Kamis, 25 September 2025 14:57 WIB
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono. Foto: DPR RI
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono. Foto: DPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono merasa bangga dan mendukung penuh langkah diplomasi bersejarah Presiden Prabowo Subianto dalam penyampaian pidato di Sidang Umum PBB ke-80 di New York, Amerika Serikat.

Dia menyebutkan, pengakuan dunia kepada Indonesia semakin nyata ketika Presiden Prabowo mendapat kehormatan untuk berpidato di urutan ketiga, setelah Presiden Brasil, Lula da Silva, dan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

“Ini merupakan kebanggan kita semua sebagai sebuah bangsa. Setelah lebih dari 10 tahun absen, Presiden Prabowo mendapatkan kehormatan berpidato di urutan ketiga, setelah Brasil dan AS. Ini merupakan refleksi dari semakin pentingnya suara, peran dan pengaruh Indonesia di kancah global, terutama di tengah berbagai ketidakpastian dan konflik yang sedang melanda dunia,” kata Budisatrio, di Jakarta, Kamis (25/9/2025).

Baca juga : Buru Pengemplang Pajak, Hinca Minta Presiden Bentuk Badan Eksekusi Negara

Budisatrio menilai, pidato Presiden di kancah internasional itu menunjukkan kepemimpinan Indonesia yang siap memperkuat peran PBB, serta berdiri di garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

Kesiapan tersebut, katanya, tercermin dari komitmen konkret yang ditawarkan oleh Presiden Prabowo untuk mengirimkan 20.000 pasukan perdamaian ke seluruh penjuru dunia, jika diminta dan dibutuhkan oleh PBB.

Selain itu, Presiden juga menyatakan kesiapannya memberikan kontribusi finansial bagi misi-misi perdamaian PBB.

Baca juga : PKP-BP Tapera Akad Massal 25 Ribu Keluarga Rumah Subsidi

Dia menambahkan, diplomasi Indonesia harus diarahkan untuk memperkuat kerangka multilateralisme yang dilandaskan prinsip saling menghormati, serta sejalan dengan semangat yang dirumuskan oleh Piagam PBB untuk menciptakan perdamaian, menghormati kedaulatan, dan mengakhiri segala bentuk kekerasan.

Budisatrio menyampaikan komitmennya untuk mendukung langkah diplomasi Presiden Prabowo di parlemen, serta siap mengawal agenda diplomasi agar senantiasa sejalan dengan amanat UU dan kepentingan nasional.

Menurutnya, dengan adanya sinergi antara eksekutif dan legislatif, Indonesia dapat memperluas kontribusinya bagi keamanan dan perdamaian dunia.

Baca juga : Prof Harris Arthur: Pidato Prabowo di PBB Simbol Kepercayaan Diri Bangsa

“Diplomasi Indonesia adalah bagian dari strategi besar untuk memperjuangkan kepentingan nasional, membawa manfaat bagi rakyat Indonesia, dan berkontribusi nyata bagi perdamaian dunia,” tutup Budisatrio.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.