RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah gejolak harga energi dunia, sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) menjadi garda terdepan untuk menjaga pasokan energi nasional. Melalui percepatan proyek strategis, penguatan regulasi, serta kolaborasi lintas pihak, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meneguhkan perannya sebagai pilar utama ketahanan energi Indonesia.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menegaskan, percepatan proyek hulu migas menjadi langkah kunci untuk menjaga pasokan dan mendukung program swasembada energi yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.
“Alhamdulillah, realisasi produksi semester pertama tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Kami akan berupaya sekuat tenaga agar Desember nanti bisa mencapai 100 persen dari target,” ujarnya dalam konferensi pers kinerja hulu migas semester I-2025 di Jakarta, Senin (21/7/2025).
Target produksi atau lifting migas nasional tahun 2025 ditetapkan sebesar 1,61 juta barel setara minyak per hari (Barrel Oil Equivalent Per Day/BOEPD), terdiri dari 605 ribu barel minyak per hari (Barrel Oil Per Day/BOPD) dan 1,005 juta BOEPD gas bumi.
Baca juga : BUMN Diharapkan Bisa Pacu Produksi Si Manis
Hingga Juni 2025, empat dari 15 proyek hulu migas telah rampung, dengan tambahan produksi 20.864 barel minyak per hari dan 237 juta kaki kubik gas per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd). Total investasi mencapai 832,7 juta dolar AS atau setara Rp 13,79 triliun (kurs Rp 16.550 per dolar AS).
Selain proyek besar, SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) memperluas basis produksi melalui legalisasi sumur minyak rakyat. Program ini dijalankan berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 14 Tahun 2025 tentang kerja sama pengelolaan wilayah kerja untuk peningkatan produksi migas.
Deputi Eksploitasi SKK Migas Taufan Marhaendrajana menjelaskan, legalisasi ini menjadi tonggak penting penataan energi nasional.
“Pemerintah ingin memastikan kegiatan produksi oleh masyarakat dilakukan sesuai good engineering practices, serta memenuhi aspek keselamatan dan perlindungan lingkungan,” katanya, Kamis (9/10/2025).
Baca juga : Ditolak Pedagang Barito Diminati Pedagang Lokal
Menurut Taufan, aturan tersebut membuka ruang sinergi antara Pemerintah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Sinergi ini diharapkan memberi dampak ekonomi nyata di daerah dan mendukung target peningkatan lifting nasional,” ujar Taufan.
Vice President Production and Project PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Benny Hidajat Sidik menilai, peran KKKS sangat strategis memastikan ketahanan energi.
“KKKS menjamin seluruh kegiatan produksi memenuhi standar Health, Safety, Security and Environment (HSSE), serta mendorong transfer teknologi agar kegiatan produksi lebih efisien dan berdaya saing,” tuturnya di Tangerang, Kamis (9/10/2025).
Baca juga : Kasus Laptop Chromebook, Kejaksaan Agung Terima Pengembalian Uang 10 M
Menurut Benny, pelibatan BUMD, koperasi dan UMKM bukan hanya menambah kapasitas produksi. Tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.