BREAKING NEWS
 

Dongkrak Ekonomi Lokal, PTPN I Regional 2 Tanam Ulang 14 Ribu Hektare Kebun

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 23 Oktober 2025 17:38 WIB
Pekerja perkebunan sedang memanen kopi di lahan PTPN I Regional 2, Jawa Barat. Replanting 14 ribu hektare kebun diharap dongkrak produksi dan hilirisasi. (Foto: PTPN I)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perkebunan Nusantara I Regional 2 (eks PTPN VIII) akan tanam ulang 14.000 hektare kebun di Jawa Barat mulai 2026. Langkah ini mendukung hilirisasi komoditas dan pembukaan lapangan kerja lokal.

Perusahaan perkebunan BUMN tersebut menjadwalkan replanting atau penanaman kembali secara masif pada tahun 2026 untuk komoditas karet, kelapa (konversi dari karet), kopi, dan teh di berbagai lokasi di Provinsi Jawa Barat. Program ini disampaikan oleh Senior Executive Vice President (SEVP) Operasional PTPN I Regional 2, Iyan Heryanto, di Bandung pada Selasa (21/10/2025).

Iyan Heryanto menyatakan bahwa Kantor Pusat PTPN I telah menyetujui proposal pembaruan tanaman untuk komoditas karet, kelapa, kopi dan teh. Ia menyebut kebijakan ini sebagai “angin segar” bagi Regional 2 dan masyarakat Jawa Barat secara umum. “Sekitar 14.000 hektare areal kebun PTPN I Regional 2 dijadwalkan dilakukan replanting pada tahun 2026. Keinginan kami, tahun 2026 kondisi unit-unit perkebunan sudah jauh lebih baik dan optimal,” ujar Iyan.

Baca juga : Dorong Penetrasi Keuangan Syariah Digital, BSI Kelola 12 Ribu Pesantren

Program replanting akan mencakup sejumlah lokasi utama di Jawa Barat yakni di Subang, Wangunreja, Cianjur, Sukabumi, Bandung, Garut, Ciamis, Panglejar, dan Maswati di Cikalong Wetan. Di Kebun Wangunreja, Subang akan difokuskan pada karet; di Kebun Agrabinta dan Cikaso kelapa; sedangkan di Kebun Panglejar dan Maswati Bandung Barat akan untuk kopi dan teh. Iyan menambahkan bahwa seluruh kegiatan replanting ini mendapat dukungan pendanaan dari Danantara.

Adsense

Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas membenarkan rencana besar tersebut. Ia menjelaskan bahwa replanting merupakan bagian hulu dari upaya hilirisasi perusahaan. “Fokus kami adalah mengubah komoditas mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Regulasi yang sekarang lebih progresif membuka ruang bagi kami untuk lebih kreatif,” terang Teddy.

Teddy menegaskan bahwa program replanting dan hilirisasi adalah misi multi-sektor yang selaras dengan visi perusahaan sebagai agen pembangunan dan agen perubahan. “Program hilirisasi ini ibarat pepatah sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui. Industri tumbuh, ekonomi kawasan bergulir lebih cepat, tenaga kerja terserap, dan kemiskinan berkurang,” ujarnya.

Baca juga : Genjot Ekonomi Desa, SPPG Sentul Serap Pangan Dari UMKM Dan Kopdes

Program ini diharapkan memperkuat fungsi produksi hulu perkebunan sekaligus mendukung peningkatan nilai tambah (hilirisasi) komoditas yang selama ini banyak diekspor sebagai bahan mentah.

Implikasi sosial-ekonomi juga signifikan. Replanting skala besar akan membuka lapangan kerja lokal, meningkatkan produktivitas kebun-kebun yang mungkin sudah mengalami penurunan, dan menggerakkan ekonomi kawasan. Bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya di wilayah kebun-kebun tersebut, ini berarti potensi peningkatan kesejahteraan melalui upaya perusahaan.

Namun tantangan tetap ada. Replanting skala besar menuntut investasi besar, teknis penanaman, manajemen kebun yang lebih baik, serta kesinambungan dalam pengolahan hasil (hilirisasi). Regulasi yang disebut Teddy sebagai “lebih progresif” juga harus diikuti oleh kemampuan perusahaan untuk melakukan inovasi, pengorganisasian mitra lokal, dan pengelolaan lingkungan serta sosial yang baik.

Baca juga : Presiden Panggil Airlangga Dan Tim Bolak Balik Ke Istana

Langkah PTPN I Regional 2 mereplanting 14.000 hektare kebun di Jawa Barat mulai 2026 dengan fokus pada karet, kelapa, kopi, dan teh menunjukkan transformasi strategi dari produksi mentah ke pengolahan bernilai tinggi. Proyek ini bisa menjadi model penggerak ekonomi lokal dan agroindustri nasional saat dilaksanakan dengan baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense