Sebelumnya
Dengan inflasi yang terjaga, pasar obligasi yang solid, serta kebijakan moneter yang propertumbuhan, perekonomian Indonesia diyakini tetap berada pada jalur pemulihan berkelanjutan hingga 2026.
Fakta menggembirakan juga disampaikan Panin Sekuritas dalam riset bertajuk “Fixed Income: Muted Sentiment” yang dirilis pada 27 Oktober 2025, yang menilai stabilitas ekonomi Indonesia masih terjaga di tengah tekanan eksternal dan dinamika pasar global. Fundamental makro dinilai tetap kuat meskipun pergerakan pasar obligasi domestik relatif terbatas.
BI memutuskan menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Oktober 2025. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang hanya melemah tipis ke Rp 16.602 per dolar AS, di tengah arus keluar modal asing senilai Rp 0,94 triliun pada pekan keempat Oktober.
Baca juga : OSO: Banyak Tokoh Akan Gabung Hanura
Panin Sekuritas mencatat yield SBN tenor 10 tahun naik tipis ke 5,99 persen dari 5,92 persen pada pekan sebelumnya. Adapun Credit Default Swap (CDS) Indonesia menurun menjadi 80,44 bps dari 81,78 bps, menandakan persepsi risiko negara tetap terjaga.
“Pasar cenderung menunggu arah kebijakan The Fed dan perkembangan negosiasi dagang AS–China,” tulis tim riset Panin Sekuritas.
Dari eksternal, dua sentimen utama yang menjadi sorotan adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin serta rencana pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping, pada 30 Oktober 2025.
Baca juga : Idrus Menganggap Meme Bahlil Bentuk Penghinaan
Pertemuan tersebut membahas kemungkinan penghapusan ancaman tarif 100 persen terhadap barang impor asal China serta penundaan kebijakan pembatasan ekspor logam tanah jarang.
Di domestik, aktivitas pendanaan pemerintah dan korporasi masih berjalan aktif. Kementerian Keuangan menargetkan lelang SUN senilai Rp 7 triliun pada 28 Oktober 2025, sementara sejumlah emiten besar juga melakukan aksi pendanaan di pasar.
Kombinasi stabilitas moneter, disiplin fiskal, dan kepercayaan investor di pasar surat utang mempertegas bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat memasuki Kuartal IV-2025. Dengan inflasi yang terjaga dan risiko eksternal yang terkelola, perekonomian nasional diproyeksikan melanjutkan tren positif di tengah ketidakpastian global. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.