RM.id Rakyat Merdeka - Sejak peluncuran layanan bulion bank (bank emas) oleh Pemerintah 26 Februari 2025, bisnis emas PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI tumbuh melesat 72,82 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 18,76 triliun.
Pencapaian tersebut, terdiri dari Cicil Emas Rp 10,32 triliun tumbuh 106,36 persen yoy, dan Gadai Emas sebesar Rp 8,44 triliun tumbuh 44,19 persen yoy.
Direktur Finance and Strategy Ade Cahyo Nugroho BSI mengatakan, BSI masih menjadikan emas sebagai produk unggulan.
“Selain pembiayaan emas, BSI juga mencatatkan pertumbuhan Tabungan E-mas dengan saldo kelolaan 1,15 ton, penjualan 1,69 ton dan CIF rekening emas mencapai 200 ribu,” ungkapnya dalam paparan kinerja triwulan III-2025 secara virtual, Rabu (29/10/2025).
Baca juga : Laba Bersih BSI Melesat 9,04 Persen Capai Rp 5,57 Triliun Di Triwulan III-2025
Dia mengatakan, melesatnya pembiayaan emas juga mendorong pembiayaan Konsumer BSI naik 15,02 persen dengan outstanding Rp 167,62 triliun.
Adapun sektor-sektor produktif yang menopang pembiayaan wholesale BSI yakni pada sektor Telekomunikasi, Agrobisnis, dan Transportasi. Tak hanya tumbuh sustain, kualitas pembiayaan terjaga dengan indikasi NPF Gross 1,86 persen membaik dari periode sebelumnya dan lebih baik dari posisi industri.
Sementara itu, melanjutkan inisatif penguatan IT dan digital untuk menopang ekspansi bisnis BSI kedepan.
‘’Tak hanya inovasi, kami juga akan memaksimalkan infrastruktur IT dan digital untuk memperluas coverage dan meningkatkan profitabilitas,” ucapnya.
Baca juga : Transaksi Digital Livin’ Dongkrak DPK Bank Mandiri Capai Rp 1.884 Triliun
Cahyo mengaku optimistis, penguatan kapasitas IT BSI akan mampu meningkatkan sekaligus melayani nasabah dana dan pembiayaan lebih baik yang saat ini jumlahnya melesat.
Jumlah nasabah BSI telah mencapai 22,6 juta. Memasuki akhir tahun ini, kami akan melanjutkan pertumbuhan pembiayaan pada segmen yang sustain dan sehat, transformasi digital berkelanjutan.
“Tujuannya, agar layanan BSI makin cepat, efisien, dan inklusif dan peningkatan kapabilitas SDM serta IT dan infrastruktur,” katanya.
Transformasi digital BSI terbukti mendukung ekspansi bisnis dan peningkatan jumlah jaringan BSI secara signifikan.
Baca juga : Kredit Bank Mandiri Tumbuh 11 Persen Tembus Rp 1.764,32 Triliun
Hingga triwulan III-2025, pengguna Byond by BSI 5,23 juta user meningkat 164 persen (year to date/ytd), diikuti 5.859 ATM/CRM, 126 ribu BSI Agen, 22 ribu BSI EDC, 527 ribu merchant BSI QRIS dan pengguna BEWIZE by BSI 34 ribu.
Untuk segmen UMKM, BSI membangun portal Salam Digital untuk memudahkan masyarakat dalam pengajuaan pembiayaan mikro secara digital.
“Bukti konkrit ini mendorong peningkatan pembiayaan UMKM di BSI, mencapai Rp 50,25 triliun dengan menjaga Pembiayaan Inklusif Makroprudensial BSI di sekitar 34,24 persen,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.