BREAKING NEWS
 

FIA Dorong Kebijakan Pengurangan Gula Lewat Ilmu dan Inovasi

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Kamis, 30 Oktober 2025 15:19 WIB
Lokakarya Ilmiah & Regulasi Regional yang dilaksanakan FIA. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Food Industry Asia (FIA) memperkuat peran ilmiah dalam upaya pengurangan konsumsi gula di kawasan Asia Tenggara.

Melalui Lokakarya Ilmiah & Regulasi Regional bertema “Scientific Solutions for Public Health: Enabling Policies to Unlock Reformulation with Non-Sugar Sweeteners Science”, FIA mempertemukan regulator, akademisi, dan pelaku industri pangan dari berbagai negara untuk membahas peran Pemanis Non-Gula dalam strategi reformulasi produk dan kebijakan kesehatan masyarakat.

Penyakit Tidak Menular (PTM) akibat pola makan tinggi gula masih menjadi tantangan besar di kawasan ini.

Pemerintah di berbagai negara Asia Tenggara tengah memperkuat kebijakan kesehatan publik, termasuk pelabelan nutrisi dan dorongan reformulasi produk agar masyarakat memiliki pilihan pangan yang lebih sehat.

Baca juga : Adinkes Dorong Akselerasi Penurunan Stunting Lewat GMBS Award 2025

CEO FIA Matt Kovac membuka acara dengan menekankan pentingnya sinergi antara ilmu pengetahuan, kebijakan, dan industri dalam menciptakan lingkungan pangan yang sehat.

“Negara-negara Asia Tenggara menghadapi tantangan serupa berupa konsumsi gula tinggi dan meningkatnya penyakit tidak menular. Pengurangan gula dan penggunaan Pemanis Non-Gula berperan penting dalam membangun pola makan lebih sehat,” ujarnya.

Adsense

Sementara itu, Prof. Asnawi Abdullah, Direktur Jenderal Badan Kebijakan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia terus memperkuat kebijakan strategis untuk mengurangi konsumsi gula.

Menurutnya, langkah tersebut termasuk penerapan sistem pelabelan gizi Nutri-Level di bagian depan kemasan, yang memberikan informasi kandungan gula, garam, dan lemak dalam produk makanan.

Baca juga : OLIVE Group Siapkan Ekosistem Kendaraan Niaga Listrik Di Indonesia

“Ini bagian dari transformasi kesehatan nasional yang menekankan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan pangan lebih sehat,” jelasnya.

Presentasi utama disampaikan Laurent Oger, Direktur Jenderal International Sweeteners Association (ISA). Ia menjelaskan bahwa keamanan Pemanis Non-Gula telah dievaluasi ketat oleh otoritas global, dan konsensus ilmiah internasional menegaskan keamanannya.

Ia juga menepis berbagai mitos dan kesalahpahaman seputar penggunaannya dalam reformulasi produk pangan.

Sesi diskusi berikutnya membahas bukti ilmiah terbaru, pengalaman praktis industri dalam reformulasi, serta wawasan konsumen ASEAN tentang perilaku konsumsi gula dan pilihan produk sehat.

Baca juga : Arsitek HR Kembangkan SDM Berakhlak Lewat Program Komunikasi di Pesantren

Lokakarya ditutup dengan sesi refleksi mengenai pentingnya kolaborasi multi-pihak untuk memperkuat kepercayaan publik dan menciptakan kebijakan yang mendukung inovasi. Forum ini menegaskan komitmen FIA dalam mempromosikan komunikasi berbasis sains dan transparansi di bidang nutrisi dan kesehatan masyarakat.

Dengan menghubungkan ilmu pengetahuan, kebijakan, dan inovasi industri, FIA bertekad mendukung pemerintah di kawasan dalam mempercepat upaya pengurangan gula dan mencapai kemajuan nyata bagi kesehatan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense