RM.id Rakyat Merdeka - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) melakukan kunjungan kerja ke Pabrik AQUA Mekarsari, Kabupaten Sukabumi, untuk memastikan transparansi sumber air dan pengelolaannya sesuai regulasi. Pabrik ini berlokasi di dekat Gunung Salak dan memanfaatkan sumber air pegunungan alami dari kawasan tersebut.
Kunjungan dilakukan guna memastikan proses pengambilan dan pengelolaan air berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Tim BPKN diterima jajaran manajemen AQUA yang memaparkan tata kelola sumber air, proses pengolahan air mineral, serta berbagai inisiatif konservasi dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Manajemen AQUA menjelaskan, sumber air di Pabrik Mekarsari telah dikaji secara ilmiah dan memenuhi kriteria air mineral berkualitas tinggi. “Setiap tahapan pengelolaan dilakukan sesuai regulasi pemerintah dan prinsip kehati-hatian untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan produksi dan kelestarian sumber daya air,” ujar perwakilan manajemen, seperti keterangan yang diterima redaksi, Jumat (31/10/2025).
Dalam kunjungan itu, BPKN meninjau rumah sumber air, mendengarkan penjelasan teknis soal pengelolaan, dan mengikuti tur pabrik untuk melihat langsung penerapan standar mutu serta praktik konservasi.
Apresiasi Transparansi AQUA
Ketua BPKN, Muhammad Mufti Mubarok, mengapresiasi keterbukaan AQUA. Ia mengatakan kunjungan tersebut memberi pemahaman bahwa sumber air AQUA memang berasal langsung dari pegunungan.
Baca juga : Kasus TPPU Mantan Sekretaris MA, KPK Sita Hasil Sawit 1,6 M
“Hari ini kita menyaksikan langsung bahwa AQUA memang 100 persen air gunung. Bahkan pelindung sumber airnya diamankan, konservasinya pun dilindungi. Kalau kemarin kami berasumsi sumber airnya jauh dari gunung dan pengeborannya seperti bor rumah tangga, ternyata tidak seperti itu. Alhamdulillah, hari ini kita dapat banyak ilmu dari AQUA,” ujar Mufti.
Ia juga menegaskan, proses pengeboran merupakan hal wajar dalam produksi industri air minum. “Kalau dalam proses produksinya ada pengeboran, saya kira wajar. Tidak mungkin air langsung ditampung begitu saja karena ada proses produksi yang harus dijalankan. Standarnya AQUA ini luar biasa, ada 400 parameter SNI yang dijalani. Ini menjadi catatan bagi kami bahwa konsumen harus percaya, ini murni air gunung,” katanya.
Mufti menilai, komitmen AQUA menjaga konservasi patut diapresiasi. “Konservasinya menarik, karena AQUA tidak hanya menjalankan bisnis, tetapi juga urusan keberlanjutan,” tambahnya.
Kolaborasi dan Dampak Sosial
Wakil Presiden General Secretary AQUA, Vera Galuh Sugijanto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan BPKN dan pentingnya memperlihatkan langsung sumber air AQUA kepada publik.
“Terima kasih kepada jajaran BPKN yang sudah hadir ke rumah sumber air kami di Pabrik Mekarsari. Ini salah satu upaya kami menjelaskan secara visual bahwa sumber air AQUA memang air pegunungan. Kalau ada persepsi ini air bor, itu hanya metode pengambilannya saja. Hari ini sudah dilihat langsung bahwa sumber airnya benar air pegunungan,” ujar Vera.
Baca juga : SIM Keliling Tangsel Rabu 8 Oktober, Cek Disini Lokasinya
Vera menegaskan, konservasi air merupakan bagian dari tanggung jawab AQUA, tak hanya untuk produksi, tapi juga untuk keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
“AQUA tidak hanya fokus terhadap sumber air dan produksinya, tapi juga menjaga konservasi air dari hulu sampai hilir. Kami melakukan konservasi terintegrasi sepanjang Daerah Aliran Sungai, mulai dari penanaman pohon dan sumur resapan di hulu, pertanian regeneratif di tengah DAS, hingga pemberian akses air bersih kepada masyarakat melalui program Water Access, Sanitation, and Hygiene (WASH),” jelasnya.
Menurut Vera, program WASH sudah memberi manfaat bagi lebih dari 26 ribu warga sekitar Pabrik Mekarsari. “Inisiatif ini bentuk komitmen kami memastikan keberadaan pabrik turut mendukung kesejahteraan lingkungan dan masyarakat,” imbuhnya.
Upaya Keberlanjutan
BPKN juga mendapat penjelasan mengenai berbagai program konservasi dan pemberdayaan masyarakat di sekitar Pabrik Mekarsari. Semua kegiatan dikembangkan bersama masyarakat, lembaga riset, dan pemerintah daerah agar sumber daya air dikelola berkelanjutan serta memberi manfaat luas.
Hingga 2024, program konservasi air AQUA di Sub-DAS Cicatih — zona resapan utama pabrik Mekarsari — berhasil meresapkan kembali lebih dari 2,6 miliar liter air per tahun ke tanah. Capaian itu hasil dari penanaman 460 ribu pohon, pembangunan ratusan sumur resapan dan kolam infiltrasi yang dipantau digital, pertanian regeneratif, serta penyediaan sarana air bersih melalui program WASH.
Baca juga : SIM Keliling Tangsel Rabu 1 Oktober, Cek Disini Lokasinya
Selain itu, Pabrik Mekarsari aktif mendampingi kelompok tani lewat pertanian regeneratif dan mendukung lebih dari 200 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program DAMPING.
Kunjungan BPKN ini memperkuat sinergi antara lembaga publik dan dunia usaha untuk memastikan industri air minum dikelola secara transparan, patuh regulasi, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.