BREAKING NEWS
 

Menyalakan Harapan di Tengah Sumur Tua

Strategi Energi Hijau dan Optimisme Migas Indonesia

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Jumat, 31 Oktober 2025 17:31 WIB
PEP Sukowati Field, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, di cekungan Jawa Timur, termasuk lapangan minyak tua karena sudah berproduksi sejak lama, meskipun Pertamina EP (PEP) saat ini fokus pada peningkatan produksi di sana dan tidak lagi membor sumur tua. [Foto ilustrasi: Dok Pertamina]

 Sebelumnya 
Eksplorasi Non-Konvensional: Jejak Baru di Bumi Riau

Dari Rokan, Riau, kabar lain datang dari lapangan-lapangan yang dulu dianggap tua. Di bawah tanah, ada harapan baru: Migas Non-Konvensional (MNK). Dua sumur pionir, Gulamo dan Kelok, kini menjadi laboratorium alam untuk menguji teknologi Long Horizontal Drilling dan Multi-Stage Hydraulic Fracturing—teknologi modern yang sudah lama digunakan di Amerika.

“Kami sudah melakukan flowback test dan hasilnya positif,” kata Andre Widjanarko, General Manager Pertamina Hulu Rokan (PHR), ketika ditemui di Duri, Riau, Kamis (10/7/2025). “Sekarang kami bersiap masuk ke tahap appraisal, untuk memastikan potensi reservoir dan keekonomiannya.”

Baca juga : PT Timah Perkuat Citra RI Sebagai Pemimpin Timah Dunia

Bagi Andre, MNK bukan hanya proyek teknis, tapi simbol optimisme. “Selama ini kita bicara decline rate. Sekarang, kita bicara discovery rate,” ujarnya dengan nada bangga.

GM Manager PHR Hulu Rokan, Andre Widjanarko. [Foto: Rusma/RM.id]

SKK Migas pun memberi dukungan penuh. Sunjaya Eka Saputra, Kepala Divisi Eksplorasi SKK Migas, menegaskan bahwa proyek MNK Rokan bisa jadi tonggak baru. “Jika berhasil, ini bukan hanya tambahan lifting, tapi juga pembuktian bahwa Indonesia siap dengan generasi baru eksplorasi,” katanya saat dihubungi via telepon, Jumat (11/7/2025).

Tahapan eksplorasi lanjutan akan dilakukan 2026–2028 dengan pengeboran sumur horizontal dan demonstration well. “Kami juga sedang menyiapkan skema early production agar manfaatnya bisa lebih cepat dirasakan,” ujar Sunjaya.

Baca juga : BNI & Badan Bank Tanah Perkuat Kolaborasi Strategis, Kebut Pembangunan Nasional

Menuju Ketahanan Energi yang Berkelanjutan

Jika dijahit dalam satu benang merah, seluruh kisah ini menunjukkan arah baru industri energi Indonesia. Dari hilir hingga hulu, dari Cilacap hingga Rokan, dari biofuel hingga sumur MNK—semuanya menggambarkan satu hal: optimisme.

Dalam pidato penutupnya di JCS 2025, Taufik menegaskan kembali pesan yang sederhana tapi kuat. “Transisi energi bukan tentang meninggalkan minyak dan gas,” katanya, “tapi tentang menyiapkan masa depan dengan bijak.”

Baca juga : Pengamat: Prabowo Jadikan Pemberantasan Korupsi Sebagai Strategi Pembangunan Nasional

KPI kini menjadi motor transisi, SKK Migas menjaga kestabilan produksi, dan PHR menyalakan kembali semangat eksplorasi. Dalam orkestrasi besar menuju kemandirian energi nasional, ketiganya memainkan perannya masing-masing.

“Ketahanan dan keberlanjutan energi adalah pondasi kemandirian ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” ujar Taufik, menutup pembicaraan sore itu di Semarang.

Dari ruang-ruang konferensi hingga ladang minyak di Riau, gema kalimat itu menggantung di udara. Indonesia, tampaknya, tengah menyalakan kembali api harapan—di tengah sumur-sumur tua yang belum padam. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense