Sebelumnya
Hal ini, kata dia, juga menunjukkan keberpihakan Pemerintah terhadap petani.
Ia menegaskan, untuk mendukung kelancaran implementasi HET terbaru, perseroan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan kebijakan ini terlaksana sesuai aturan.
Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada seluruh rantai distribusi, utamanya Penerima Pada Titik Serah (PPTS), agar implementasi di lapangan dapat berjalan dengan optimal.
Sejalan dengan itu, perseroan juga memastikan ketersediaan stok pupuk subsidi dalam kondisi yang mencukupi di seluruh wilayah Indonesia.
Baca juga : Ratusan Ribu Warga Jakarta Kegendutan
Hingga 22 Oktober 2025, jumlah ketersediaan stok pupuk subsidi nasional mencapai 1.101.807 ton, yang dapat memenuhi kebutuhan pupuk subsidi hingga akhir tahun.
Pihaknya memastikan proses bisnis perusahaan tetap berjalan normal, serta pasokan dan distribusi pupuk tetap aman di seluruh wilayah.
“Ini agar kebijakan tersebut dapat terlaksana secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi petani di seluruh Indonesia,” kata dia.
Sementara, guna memastikan seluruh proses distribusi pupuk berjalan lancar, tertib, transparan dan tepat sasaran, maka pengawasan dilakukan secara ketat melalui sistem digital i-Pubers dan Command Center.
Baca juga : Usai Melantik 138 Pejabat, Bupati Ponorogo Di-OTT KPK
Kedua sistem itu, sambung dia, memungkinkan pemantauan stok, penyaluran, hingga transaksi penebusan secara realtime di seluruh Indonesia.
Menurutnya, penurunan HET pupuk subsidi juga sejalan dengan semangat Pemerintah untuk merevitalisasi pabrik pupuk nasional, yang sebagian besar telah beroperasi selama puluhan tahun.
Ia optimistis, langkah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan sektor pangan, melalui efisiensi produksi dan peningkatan ketersediaan pupuk yang lebih terjangkau bagi petani.
Rahmad bilang, selama ini upaya revitalisasi pabrik pupuk terhambat berbagai regulasi.
Baca juga : Tottenham Hotspur Vs Manchester United, Rebutan Naik Peringkat
“Sehingga, inisiatif baru ini menjadi tonggak penting dalam memperbarui infrastruktur industri pupuk demi mendukung produktivitas pertanian nasional,” imbuhnya.
Seperti diketahui, Pemerintah melalui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah mengumumkan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan HET untuk seluruh jenis pupuk subsidi sebesar 20 persen.
Yakni, Pupuk Urea menjadi sebesar Rp 1.800 per kilogram (kg) atau Rp 90.000 per sak kemasan 50 kg, pupuk NPK seharga Rp 1.840/kg atau Rp 92.000 per sak kemasan 50 kg.
Lalu, pupuk NPK untuk Kakao sebesar Rp 2.640/kg atau Rp 132.000 per sak kemasan 50 kg, pupuk ZA sebesar Rp 1.360/kg atau Rp 68.000 per sak kemasan 50 kg dan pupuk Organik Rp 640 per kg atau Rp 25.600 per sak kemasan 40 kg. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.