BREAKING NEWS
 

PLTGU Tambak Lorok, Andalan Energi Bersih Jawa Tengah dan Yogyakarta

Reporter & Editor :
FAZRY
Sabtu, 8 November 2025 22:13 WIB
PLTGU Tambak Lorok terus berinovasi dengan mengintegrasikan energi ramah lingkungan. Tampak petugas melakukan pengecekan panel surya di area pembangkit, mendukung efisiensi dan keberlanjutan pasokan listrik Jawa Tengah. (Dok. PLN IP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok milik PLN Indonesia Power (PLN IP) menjadi tulang punggung pasokan energi yang andal sekaligus ramah lingkungan.

Pembangkit ini memastikan pasokan listrik ke jutaan rumah tangga, fasilitas publik, dan sektor industri tetap terjaga, sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat transisi menuju energi bersih.

Dengan kapasitas netto 1.697 megawatt, PLTGU Tambak Lorok menopang sekitar 42 persen kebutuhan listrik untuk Sub Sistem Tanjung Jati dan Ungaran.

Pembangkit ini juga menjadi aset strategis dalam menjaga keandalan pasokan energi di Jawa Tengah. Blok 3 yang baru beroperasi membawa teknologi modern berdaya efisiensi hingga 61 persen, mampu menghemat bahan bakar dan menekan emisi karbon sekitar 671 ribu ton per tahun—setara dengan penyerapan karbon oleh lebih dari 1,25 juta pohon.

Selain fokus pada kinerja teknis, PLN Indonesia Power turut menjalankan berbagai program sosial dan lingkungan, seperti konservasi mangrove, pelestarian flora-fauna langka, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sugeng Suparwoto yang meninjau langsung operasional PLTGU Tambak Lorok menyebut pembangkit ini sebagai salah satu contoh terbaik di Indonesia.

Baca juga : PGN Tampilkan Inovasi Desa Energi Bersih Karangrejo ke Pasar Eropa

“PLTGU Tambak Lorok menjadi pembangkit dengan teknologi modern dan total kapasitas lebih dari 1,6 gigawatt. Pembangkit ini menjadi best practice pembangkit tipe serupa di Indonesia dan memegang peranan penting dalam sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali),” ujarnya, Jumat (7/11/2025).

Sugeng menambahkan, keandalan pasokan listrik dan keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama.

“Sekarang listrik bukan lagi barang istimewa. Rasio elektrifikasi dihitung dari nyala listrik di rumah tangga. Tantangan kita adalah swasembada energi karena konsumsi listrik per kapita masih rendah dibanding negara-negara ASEAN. Karena itu, kami terus mengawal sektor energi, khususnya kelistrikan di Indonesia,” katanya.

Kunjungan Komisi VII DPR RI yang berlangsung dalam masa persidangan II tahun sidang 2025–2026 itu juga dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, termasuk Purnomo, Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN IP; Flavianus Erwin Putranto, Senior Manager Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Semarang; Bramantyo Anggun Pambudi, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan DIY; serta Bayu Nugroho, Pelaksana tugas Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Adsense

Bayu Nugroho menegaskan, pemerintah mendukung pengembangan pembangkit ramah lingkungan seperti PLTGU Tambak Lorok.

“Total kapasitas pembangkit di Jawa Tengah mencapai 13 gigawatt dengan kepemilikan PLN sekitar 12,8 gigawatt atau 99 persen. Hingga September 2025, PLTGU Tambak Lorok telah memproduksi listrik sebesar 2.628 gigawatt jam. Pembangkit ini juga berpredikat PROPER Emas dan baru saja meraih predikat Best Practice Report Sistem Manajemen Ketenagalistrikan (SMK2) dari Kementerian ESDM,” ujarnya.

Baca juga : Prabowo Ajak Negara Asia Pasifik Bersatu Lawan Perdagangan Manusia & Narkotika

Purnomo menjelaskan, Blok 3 PLTGU Tambak Lorok berkapasitas 779 megawatt dengan efisiensi tertinggi di kelasnya.

“PLTGU Tambak Lorok Blok 3 menggunakan teknologi modern beremisi rendah dan memiliki ramp rate tercepat di Jawa Tengah dan DIY. Selain menjaga keandalan pasokan listrik Jamali, kami juga aktif melestarikan flora-fauna langka di Gunung Ungaran,” ujarnya.

Ia berharap DPR terus menjadi mitra strategis dalam menjaga arah kebijakan energi nasional.

“Komitmen PLN Indonesia Power bukan hanya menjaga keandalan listrik hari ini, tetapi juga menyiapkan energi untuk generasi masa depan,” kata Purnomo.

Flavianus Erwin Putranto menambahkan, UBP Semarang memiliki peran strategis sebagai pembangkit black start yang mendukung keandalan sistem kelistrikan Jawa Tengah serta menjadi satu-satunya pembangkit berbahan bakar gas dengan fasilitas gas alam terkompresi (CNG) di provinsi tersebut.

“Selain fokus pada teknologi, kami berkomitmen terhadap keberlanjutan sosial dan lingkungan. Hingga 2025, kami telah menanam 10.000 pohon mangrove, melestarikan flora-fauna langka di Gunung Ungaran, dan mendukung UMKM lokal melalui pelatihan serta pengolahan produk seperti bandeng presto dan batik alami,” ujar Erwin.

Baca juga : PGN Salurkan Gas Bumi Ke Wisma Atlet, Hadirkan Energi Bersih Di Rusun

PLTGU Tambak Lorok kini menjadi pionir dalam penerapan teknologi efisien dan ramah lingkungan, sekaligus bukti komitmen PLN Indonesia Power terhadap target Net Zero Emission 2060.

Berbagai penghargaan dan program sosial-lingkungan yang dijalankan menegaskan bahwa transformasi energi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga keberlanjutan masyarakat dan alam.

Dengan sinergi antara pemerintah, DPR, dan PLN Indonesia Power, pembangkit strategis ini diharapkan terus menjadi motor penggerak transisi energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi di Jawa Tengah dan DIY.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense