Dark/Light Mode

MedcoEnergi Perkuat Ketahanan Energi di Tengah Dinamika Global

Minggu, 26 Oktober 2025 11:01 WIB
Aset Corridor, Suban, Sumatra Selatan. (Foto: Dok. MedcoEnergi)
Aset Corridor, Suban, Sumatra Selatan. (Foto: Dok. MedcoEnergi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah dinamika geopolitik dunia yang mempengaruhi harga energi global, Indonesia terus berupaya menjaga ketahanan energi nasional.

Di antara para pelaku industri migas yang memainkan peran penting, langkah strategis PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) menjadi salah satu cerita menarik tentang bagaimana perusahaan energi nasional menyiapkan diri menghadapi tantangan baru: efisiensi, transisi energi, dan keberlanjutan.

Awal September 2025, manajemen MedcoEnergi mengumumkan langkah besar akuisisi 45 persen hak partisipasi, sekaligus sebagai operator pada Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) Sakakemang. Dan 80 persen hak partisipasi pada South Sakakemang di Sumatra Selatan.

Kedua blok gas itu berbatasan langsung dengan PSC Corridor yang lebih dulu dioperasikan MedcoEnergi.

Langkah ini tak hanya memperluas wilayah kerja, tetapi juga memperkuat strategi perusahaan dalam memastikan pasokan gas nasional tetap terjaga.

Offshore PSC PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC). (Dok. Medcoenergi)

Akuisisi tersebut melengkapi serangkaian ekspansi, termasuk penyelesaian pengambilalihan PSC Corridor dan penetapan MedcoEnergi sebagai pemenang lelang PSC eksplorasi Amanah, juga di Sumatra Selatan.

“Akuisisi senilai total sekitar 90 juta dolar AS ini (sekitar Rp 1,496 triliun rupiah, kurs Rp 16.625 rupiah per dolar AS) memperkuat posisi strategis Perseroan di Sumatra Selatan serta peran kami pada rantai nilai gas terintegrasi di Jawa,” ujar Roberto Lorato, Chief Executive Officer MedcoEnergi, dalam keterangan tertulis perusahaan, Jakarta (16/9/2025).

“Portofolio cadangan hidrokarbon dan kepemilikan atas infrastruktur strategis memberikan akses pada aset dengan profil arus kas jangka panjang yang kuat, serta memperkuat peran MedcoEnergi dalam mendukung kebutuhan energi Indonesia.”

Baca juga : HUT Ke-80 ESDM, Pertamina Siap Kolaborasi Wujudkan Ketahanan Energi Nasional

Bersamaan dengan langkah itu, MedcoEnergi juga meningkatkan kepemilikan efektifnya di PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) menjadi 40 persen. Perusahaan ini menyalurkan gas bumi dari PSC Corridor dan pemasok lain di kawasan Sumatra Selatan–Jambi melalui jaringan pipa ke Riau, Batam, hingga Singapura.

Konsolidasi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang MedcoEnergi untuk memperkuat infrastruktur energi nasional yang saling terhubung.

Efisiensi dan Transisi Energi

Namun, memperkuat pasokan saja tidak cukup. Tantangan baru muncul dari tuntutan efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon. Di tengah meningkatnya tekanan global terhadap industri migas, MedcoEnergi memilih jalur inovatif: mengoptimalkan operasi dan memanfaatkan energi lebih bersih.

Pada Oktober 2025, perusahaan mencatat capaian signifikan melalui Program Optimasi Bahan Bakar Gas, yang diterapkan di seluruh aset minyak dan gas.

Di lapangan Grissik, Blok Corridor, Sumatra Selatan, MedcoEnergi menerapkan optimasi mode operasi pada unit Waste Heat Boiler (WHB), fasilitas yang memanfaatkan panas dari gas buang proses produksi untuk menghasilkan uap. Hasilnya, emisi gas buang turun sekitar 19.000 ton CO₂e per tahun.

Langkah serupa dilakukan di Natuna Offshore, tepatnya pada fasilitas Terubuk–Belida, di mana pengaliran produksi dilakukan tanpa kompresor.

Efisiensi ini menurunkan emisi hingga 24.000 ton CO₂e per tahun. Sementara di wilayah onshore, perusahaan beralih ke pasokan listrik bersih dari PLN menggantikan generator berbahan bakar gas.

“Efisiensi penggunaan gas bahan bakar dan pengurangan emisi bukan sekadar target teknis, tetapi merupakan bagian dari peta jalan keberlanjutan jangka panjang MedcoEnergi,” tutur Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi Ronald Gunawan, di Jakarta, (13/10/2025).

Baca juga : Arah Baru Tata Kelola Migas, Pemerintah Perkuat Peran Rakyat di Energi Nasional

“Sejak 2022, berbagai inisiatif kami telah secara kumulatif menurunkan konsumsi bahan bakar gas sekitar 18 juta kaki MMscfd (Million Standard Cubic Feet per Day). Hasil ini mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi berkelanjutan, keunggulan operasional. Dan pengembangan energi yang bertanggung jawab untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan, sekaligus menurunkan jejak karbon."

MedcoEnergi kini menyiapkan sejumlah teknologi baru untuk memperkuat efisiensi, di antaranya Organic Rankine Cycle, Steam Turbine Generators, dan sistem penyimpanan energi.

Peta jalan jangka menengah dan panjang perusahaan diarahkan untuk memastikan keberlanjutan operasi, sekaligus mendukung transisi energi nasional.

Chief Administrative Officer MedcoEnergi Amri Siahaan pada sesi diskusi di Booth MedcoEnergi Hall 3A, IPA Convex 2025, ICE BSD Tangerang, Banten. (Foto: Fazry/RM id)

Menjaga Kinerja di Tengah Ketidakpastian

Langkah-langkah efisiensi tersebut berjalan beriringan dengan kinerja yang solid. Dalam Paparan Publik 2025 yang digelar secara daring bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), MedcoEnergi memaparkan kinerja paruh pertama tahun 2025 yang tangguh di tengah pasar global yang berfluktuasi.

Perusahaan mencatat produksi minyak dan gas stabil mendekati panduan yang ditetapkan. Pendapatan dan EBITDA tetap kuat, didukung kinerja sektor minyak dan gas serta kontribusi bisnis ketenagalistrikan.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 25 MWp di Bali Timur. (Foto: MedcoEnergi)

Dua proyek energi terbarukan juga mulai beroperasi tahun ini, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen Tahap I 35 MW (Megawatt) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bali Timur 25 MWp (Megawatt peak), yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia.

“MedcoEnergi terus mencatatkan hasil yang baik meskipun di tengah lingkungan pasar yang dinamis,” kata Amri Siahaan, Chief Administrative Officer MedcoEnergi, di Jakarta (10/9/2025).

“Portofolio yang terdiversifikasi, pengelolaan keuangan yang disiplin, dan komitmen terhadap keberlanjutan menempatkan kami pada posisi yang kuat untuk masa depan. Kami akan terus berinvestasi secara bijak di sektor minyak, gas, dan ketenagalistrikan, sambil mempercepat kontribusi kami terhadap transisi energi.”

Baca juga : Setahun Pemerintahan Prabowo: Ekonomi Stabil, Diplomasi Global Kian Aktif

Hingga Juli 2025, MedcoEnergi berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca Cakupan 1 dan 2 lebih dari 1,5 juta ton CO₂e dibandingkan tahun dasar 2019. Capaian ini melampaui target tahun 2025 sebesar 1,1 juta ton.

Upaya ini menjadi bukti konkret komitmen perusahaan terhadap peta jalan menuju emisi net-zero, sekaligus wujud kontribusi terhadap ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.

Menatap Masa Depan Energi Indonesia

Langkah-langkah MedcoEnergi di Sumatra Selatan, Natuna, hingga proyek energi terbarukan di Jawa dan Bali menunjukkan satu benang merah: membangun ketahanan energi Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada eksplorasi, tetapi juga pada efisiensi dan inovasi.

Di tengah ketegangan geopolitik, perubahan iklim, dan fluktuasi harga energi dunia, strategi yang diambil MedcoEnergi memperlihatkan arah baru industri energi nasional—menjaga pasokan energi tetap stabil, ramah lingkungan, dan berdaya saing.

Dalam setiap sumur gas dan proyek energi terbarukan yang mereka kembangkan, tersimpan komitmen untuk memastikan energi Indonesia tidak hanya cukup hari ini, tetapi juga berkelanjutan untuk masa depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.