Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertamina Hadirkan Inovasi Energi Bersih Di Tengah Kemarau Boyolali
Selasa, 28 Oktober 2025 09:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Siang itu matahari menatap tajam di atas hamparan lahan kering Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Retakan tanah tampak seperti urat-urat yang menandakan betapa lamanya hujan tak menyentuh bumi. Meski begitu, ada semangat yang tak kalah menyala: semangat para petani desa yang menolak menyerah pada keadaan.
Khoirul, Local Heroes dari Kelompok Tani Ngudi Makmur Dukuh Turunan, Desa Sobokerto, mengungkapkan bahwa kemarau selalu menjadi tantangan berat bagi para petani di desa ini. Lahan yang luas seolah tak berdaya ketika air sulit mengalir. Bagi petani, kemarau bukan hanya soal panas dan kering, tetapi juga musim ujian tentang kesabaran, ketekunan, dan harapan yang menipis. Namun, segalanya berubah ketika Pertamina hadir.
“Dulu di musim kemarau, dari empat hektare lahan, kami hanya bisa menanam 20 persen. Sisanya dibiarkan kosong karena air tak cukup, irigasi sulit, dan biaya penyiraman terlalu tinggi. Pertamina membantu kami membangun sumur pompa bertenaga PLTS, sehingga petani tak lagi bergantung sepenuhnya pada listrik konvensional atau bahan bakar fosil,” ujar Khoirul sambil menatap ladangnya yang kini hijau kembali.
Tak hanya memberi alat, Pertamina juga memberikan ilmu yang sangat berarti. Para petani diajak memahami teknologi pertanian modern, mulai dari rotasi tanaman, penghematan air, hingga strategi panen efisien. Hasilnya, pertanian di desa menjadi lebih hemat biaya produksi, mampu mencapai swasembada energi, dan yang terpenting, kelompok tani turut mengurangi emisi karbon di lingkungan.
Baca juga : Elnusa Kuatkan Inovasi Teknologi Demi Ketahanan Energi Nasional
“Sejak itu, angka 20 persen berubah drastis. Lahan yang dulu kering kini bisa digarap hingga 60 persen, bahkan di musim kemarau sekalipun. Yang paling menggembirakan, pendapatan petani meningkat lebih dari 40 persen. Kami sangat bersyukur Pertamina hadir melalui program Desa Energi Berdikari ini,” katanya dengan senyum lebar.
Salah satu faktor peningkatan perekonomian warga desa berasal dari inovasi karya finalis Pertamuda 2024, kompetisi inovasi energi bagi mahasiswa yang diinisiasi oleh Pertamina. Haikal dan timnya menciptakan solusi berkelanjutan dengan ide sederhana namun berani: mengatasi kekeringan dengan teknologi cerdas dan energi terbarukan. Tak disangka, inovasi itu menembus batas dan kini menjadi bagian dari implementasi besar program Desa Energi Berdikari (DEB)Pertamina.
Solusi yang mereka hadirkan bukan sekadar alat canggih, melainkan jembatan antara petani tradisional dan masa depan pertanian Indonesia. Sebuah sistem irigasi pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang bisa diakses dari mana saja melalui web. Bernama “Adositering” — kependekan dari Adopsi Sistem Irigasi Tetes Berbasis IoT dan Embung Tadah Hujan sebagai Solusi Pengairan Lahan Kering. Dengan sistem ini, petani dapat mengatur kapan air harus mengalir dan kapan harus berhenti, semuanya otomatis sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi kelembapan tanah.
“Alat ini kami rancang sesuai kebutuhan pertanian di Indonesia. Teknologi ini juga mampu membantu proses pemupukan otomatis yang lebih efisien. Semua dijalankan dengan energi baru terbarukan tenaga surya yang ramah lingkungan dan hemat biaya,” ujar Haikal.
Baca juga : Kerja Sama Dengan AS, RI Siap Jadi Poros Energi Dan Teknologi
Inovasi tersebut membuktikan bahwa energi bersih dan teknologi tepat guna bisa menyatu dalam kehidupan petani tanpa menghapus kearifan lokal. Kini, ladang mereka kembali hidup dengan warna hijau segar dari kangkung, bayam, kenikir, gambas, timun, kacang panjang, tomat, cabai, bawang merah, melon, dan semangka. Suara gemericik air dari pompa tenaga surya menjadi musik pengiring baru bagi keseharian mereka.
Matahari yang selama ini terasa membakar kini menjadi sumber kehidupan yang menggerakkan pompa air di Desa Sobokerto. Lahan yang sebelumnya terbengkalai kini mulai bernyawa kembali untuk menopang kehidupan warga.
Kepala Desa Sobokerto, Surahmin, meyakini cahaya harapan baru dari inovasi ini mampu tumbuh di desanya. Ruang hidup yang terkoneksi dengan teknologi menjadi langkah nyata Pertamina dalam menghadirkan sistem pengairan berbasis sensor tanah, dengan inovasi yang bisa dikendalikan langsung melalui telepon genggam para petani.
“Saya yakin, inovasi dan teknologi ini mampu menambah semangat para petani untuk lebih giat mengolah lahan serta menghasilkan sayuran berkualitas terbaik guna memenuhi gizi dan swasembada pangan masyarakat,” ujar Surahmin.
Baca juga : Hari Listrik Nasional, Pertamina Tambah 80 Desa Energi Berdikari
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan, Desa Sobokerto di Kabupaten Boyolali merupakan salah satu dari 80 DEB yang diresmikan Pertamina pada Hari Listrik Nasional 2025, Senin (27/10/2025). Kini, Pertamina memberdayakan total 252 desa sebagai DEB, yang memanfaatkan energi baru terbarukan dan teknologi tepat guna untuk menggerakkan aktivitas ekonomi kerakyatan desa, selaras dengan Asta Cita Pemerintah.
“Program DEB yang menjadi program tanggung jawab sosial lingkungan unggulan Pertamina ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mencapai Asta Cita Pemerintah, utamanya membangun dari desa agar tercapai pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Selain itu, juga mendorong ketahanan energi nasional melalui energi baru terbarukan,” tutur Fadjar.
Pertamina memiliki peran penting dalam pembangunan berkelanjutan untuk mendukung Pemerintah Indonesia sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, yakni memantapkan sistem pertahanan dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. Upaya ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Oleh karena itu, Pertamina terus aktif menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya