RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menutup rangkaian Bulan Inovasi Birokrasi Berbasis Kecerdasan Artifisial (AI) dengan acara puncak bertajuk Galeri Karya dan Inovasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Aula Heritage, Kantor Kemenko PMK, Jakarta.
Kegiatan yang digelar sepanjang Oktober 2025 ini diikuti 26 tim dari seluruh unit kerja di lingkungan Kemenko PMK.
Mereka berkompetisi mengembangkan solusi berbasis AI untuk menjawab tantangan birokrasi modern.
Dari proses tersebut, terpilih enam inovasi unggulan yang dinilai paling siap diimplementasikan guna meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan pentingnya kesiapan aparatur sipil negara (ASN) menghadapi perkembangan teknologi.
Baca juga : Gubernur Pramono Beri Kebebasan SMAN 72 Untuk Tentukan Sistem Belajar
“Yang jelas adalah manusia tanpa AI akan digantikan oleh manusia dengan AI. Oleh karena itu, mau tidak mau kita harus update perkembangan teknologi ini untuk kebaikan kita,” ujarnya.
Selama satu bulan, para peserta mendapatkan pendampingan teknis dari sejumlah mitra strategis ekosistem teknologi, seperti GoTo, BahasaKita, BINAR, Microsoft Indonesia, BytePlus by ByteDance, Salesforce, Zoom, dan IBM. Penjurian dilakukan oleh dewan juri lintas sektor yang terdiri atas Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si. (Kementerian PANRB), Prof. Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc., IPU. (KORIKA), Prof. Setia Pramana (Politeknik Statistika STIS), Ray Frederick Djajadinata (Alpha JWC Ventures), Donny BU (Siberkreasi), dan Mulya Amri, ST, MA, Ph.D. (Kadin Indonesia Institute).
Dari hasil penilaian, enam karya terbaik ditetapkan sebagai inovasi unggulan karena dianggap paling relevan dengan kebutuhan birokrasi serta memiliki potensi dampak yang kuat untuk diimplementasikan.
Juara pertama diraih oleh SI-OPTIMA dari Biro Manajemen Kinerja, Kerja Sama, dan Sumber Daya Manusia.
Aplikasi ini mampu menganalisis dokumen perencanaan dan pelaporan untuk menyelaraskan kinerja dan anggaran, serta memberikan rekomendasi otomatis agar penggunaan sumber daya publik lebih tepat sasaran.
Baca juga : IPB, PTN Pertama yang Implementasikan Manajemen Talenta Berbasis AI dengan ESQ
Juara kedua diraih oleh SAPA AI, karya Biro Digitalisasi dan Pengelolaan Informasi, yang memungkinkan pemantauan realisasi anggaran melalui platform percakapan seperti WhatsApp guna mempercepat pengambilan keputusan dan memperkuat akuntabilitas.
Adapun juara ketiga diraih oleh OH² (One Health Hub) dari Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas dan Ketahanan Kesehatan.
Platform ini mengintegrasikan data manusia, hewan, dan lingkungan untuk memprediksi potensi wabah serta memberikan informasi publik yang valid, menjadi terobosan menuju kebijakan kesehatan proaktif berbasis bukti.
Selain tiga inovasi utama, penghargaan juga diberikan kepada tiga Juara Harapan: AURORA dari Inspektorat, yang memanfaatkan AI sebagai asisten audit untuk mendeteksi risiko anggaran secara otomatis.
PMK Legal Solutions dari Biro Hukum, Organisasi, dan Tata Laksana, berupa asisten hukum berbasis AI untuk mempercepat konsultasi regulasi internal.
Baca juga : EHEF Kembali Tawarkan Beasiswa Dan Peluang Studi Di Eropa
Gizi Growly dari Asisten Deputi Peningkatan Gizi dan Pencegahan Stunting, berupa dasbor pemantau gizi dan stunting secara real-time untuk mendukung intervensi yang tepat sasaran.
Enam karya tersebut menjadi bukti nyata komitmen Kemenko PMK dalam membangun budaya kerja yang cerdas, transparan, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.
Melalui Bulan Inovasi ini, Kemenko PMK menegaskan tekad untuk mewujudkan birokrasi yang efisien dan berbasis data, sekaligus menjadi pelopor transformasi digital di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.