BREAKING NEWS
 

Kolaborasi APP Group Dan WWF Dorong Regenerasi Hutan Di COP30

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 13 November 2025 14:06 WIB
Foto: APP Group

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya Indonesia dalam pengelolaan hutan berkelanjutan mendapat sorotan pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-30 (COP30) melalui sesi dialog bertajuk “Regenerating Forests and Empowering Local Communities.”

Sesi tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan global, termasuk APP Group, WWF Indonesia, GenZero, Center for International Forestry Research–World Agroforestry (CIFOR–ICRAF), dan Bayer. Mereka membahas pentingnya kolaborasi dalam regenerasi hutan tropis serta pemberdayaan masyarakat lokal sebagai bagian dari solusi menghadapi perubahan iklim.

Chief Sustainability Officer APP Group Elim Sritaba mengatakan, hutan Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan lingkungan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi nasional. Melalui kebijakan Forest Positive Policy di bawah platform keberlanjutan Regenesis, APP Group berupaya menyelaraskan pertumbuhan usaha dengan manfaat nyata bagi masyarakat dan iklim.

Baca juga : APP Group Angkat Peran Korporasi Dalam Aksi Iklim Di COP30

“Hal ini hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat sipil, dan industri, sehingga nilai yang tercipta dapat berkelanjutan bagi manusia, alam, dan perekonomian,” ujar Elim dalam sesi yang dipandu oleh Dominic Waughray, Executive Vice President World Business Council for Sustainable Development.

Adsense

Selain Elim, diskusi tersebut juga menghadirkan Aditya Bayunanda (Direktur WWF Indonesia), Anshari Rahman (Director of Policy & Analytics GenZero), Beria Leimona (Theme Leader CIFOR–ICRAF), serta Catarina Correa (Executive Manager Public Affairs Bayer).

Para panelis menyoroti pentingnya membangun model pengelolaan hutan jangka panjang yang melibatkan masyarakat dan menjaga keseimbangan antara tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Diskusi juga menyinggung perlunya mekanisme pembiayaan inovatif dan tata kelola inklusif untuk memperkuat peran Indonesia sebagai pemimpin global dalam solusi iklim berbasis hutan.

Baca juga : Kemenhut Bahas Perdagangan Karbon Bareng VERRA Di COP30

Aditya Bayunanda menekankan bahwa sektor swasta perlu memastikan setiap inisiatif yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat lokal di wilayah operasional mereka. “Pilihlah area dengan habitat penting dan keanekaragaman hayati tinggi, serta wilayah dengan jasa lingkungan beragam—tidak hanya karbon, tetapi juga air dan budaya yang perlu dilindungi,” ujarnya.

Sementara itu, Beria Leimona dari CIFOR–ICRAF menegaskan pentingnya keseimbangan antara pendekatan ilmiah dan relevansi sosial. “Selain solusi berbasis sains dan bukti, kita juga perlu memperhatikan pengetahuan ekologi lokal serta melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan dan negosiasi. Pada akhirnya, kolaborasi sejati adalah tentang pemberdayaan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, APP Group memperkenalkan Forest Positive Policy sebagai bagian inti dari platform Regenesis. Melalui program ini, perusahaan mengalokasikan dana sebesar 30 juta dolar AS per tahun selama 10 tahun untuk mendukung restorasi lanskap hutan, pelestarian keanekaragaman hayati, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasional.

Baca juga : Kolaborasi Peruri Dan Telkom University Perkuat Teknologi & Keamanan Digital

Partisipasi APP Group di COP30 menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat tata kelola lanskap hutan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan, serta mendukung pencapaian target iklim dan keanekaragaman hayati global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense