Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemenhut Bahas Perdagangan Karbon Bareng VERRA Di COP30
Sabtu, 8 November 2025 16:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Delegasi Republik Indonesia (DELRI) dari Kementerian Kehutanan menggelar pertemuan dengan lembaga internasional Verified Carbon Standard (VERRA) di sela pelaksanaan COP30 UNFCCC. Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama dalam pengembangan dan optimalisasi pasar karbon sukarela (Voluntary Carbon Market).
Dalam pertemuan itu hadir Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Laksmi Wijayanti, Penasehat Utama Menteri Kehutanan Edo Mahendra, dan Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Krisdianto. Dari pihak VERRA hadir Chief Executive Officer Mandy Rambharos, Director of Market and Client Relations Cassio Souza, serta Director Forest and Blue Carbon Program Development and Innovation Katie Goslee.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi yang sebelumnya telah dilakukan di Jakarta, 9 Mei 2025. Dalam kesempatan tersebut, Edo Mahendra menyampaikan apresiasi atas komitmen VERRA mendukung percepatan implementasi perdagangan karbon di Indonesia.
Baca juga : Pertamina Boyong Dua Penghargaan Bergengsi Di AMEC Awards 2025
“Kita ingin sistem perdagangan karbon terbangun secara baik, dalam kerangka yang berkelanjutan dan kredibel, agar investor semakin percaya untuk berinvestasi,” ujar Edo.
CEO VERRA Mandy Rambharos menyebut Indonesia sebagai mitra penting dalam pasar karbon global. Ia menilai potensi hutan tropis Indonesia sangat besar untuk mendorong perdagangan karbon berkualitas tinggi.
Dirjen Laksmi Wijayanti menambahkan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2025 kini telah menggantikan Perpres 98 Tahun 2021. Regulasi baru ini mengatur instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan pengendalian emisi gas rumah kaca nasional, dengan menempatkan karbon sebagai komoditas utama.
Baca juga : Shopee Barokah Dukung Pemberdayaan Ekonomi Pesantren
Kemenhut saat ini tengah menyiapkan empat aturan turunan untuk memperkuat tata kelola perdagangan karbon, termasuk revisi beberapa peraturan menteri terkait pengelolaan hutan dan pemanfaatan jasa lingkungan.
Edo menegaskan, kelembagaan pasar karbon akan diperkuat melalui pembentukan Steering Committee lintas kementerian, yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan dan didampingi Menko Perekonomian serta Menko Infrastruktur.
“Dengan adanya komite ini, hambatan sektoral antar-kementerian dapat diurai, sehingga pasar karbon nasional bisa segera berjalan efektif,” jelasnya.
Baca juga : Kementan Perkuat Layanan Perizinan Benih Varietas Lokal
Kemenhut dan VERRA sepakat melanjutkan komunikasi rutin untuk memperbarui perkembangan kebijakan dan metode perdagangan karbon yang terus berkembang. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam ekonomi hijau dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya