BREAKING NEWS
 

Transaksi Ekspor Tembus Rp 2,17 Triliun

Produk UMKM Diminati Pembeli Mancanegara

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Rabu, 19 November 2025 06:30 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (kanan) berbincang dengan Menteri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Senin (17/11/2025). (Foto: Dok. Kemendag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat sinergi antar-kementerian untuk meningkatkan kualitas, daya saing dan keberlanjutan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kebijakan ekonomi harus berpihak kepada industri dalam negeri, seiring dengan capaian transaksi ekspor UMKM yang menembus angka Rp 2,17 triliun.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Menteri Perda gangan (Mendag) Budi Santoso dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Senin (17/11/2025). 

Pertemuan tersebut fokus membahas sinergi Kemendag dan Kementerian UMKM dalam memperkuat daya saing, memperluas akses pasar, serta memastikan keberlanjutan usaha para pelaku UMKM. 

Budi mengatakan, kedua instansi bersinergi untuk mendorong UMKM naik kelas. Salah satunya melalui inisiasi Kemendag, yaitu program UMKM Berani Inovasi dan Siap Adaptasi (UMKM BISA Ekspor). 

Baca juga : Pansus Minta Pemprov Kebut Digitalisasi Parkir

“Dari segi kebijakan, kedua kementerian terus mensinergikan perspektif kebijakan yang berpihak dan mendukung pertumbuhan UMKM,” kata Budi dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (18/11/2025). 

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri juga membahas upaya penguatan produk UMKM. Termasuk tindak lanjut maraknya impor pakaian bekas dan barang tanpa label, yang berpotensi mengganggu pasar domestik. 

Adsense

Kemendag mencatat, sepanjang Januari-Oktober 2025, kegiatan business matching bagi pelaku UMKM berhasil mencetak transaksi senilai 130,17 juta dolar AS, setara dengan Rp 2,17 triliun. 

Angka ini berasal dari Purchase Order (PO) senilai 56,99 juta dolar AS dan potensi transaksi sebesar 73,18 juta dolar AS. Capaian ini menunjukkan minat kuat pembeli mancanegara terhadap produk UMKM Indonesia. 

Baca juga : Eks Sekretaris MA Nurhadi Beli Kebun Sawit-Apartemen

Momentum positif ini menegaskan bahwa UMKM Indonesia telah bertransformasi menjadi motor utama pertumbuhan ekspor nasional, didukung strategi penguatan kapasitas dan promosi global. 

Maman Abdurrahman mengungkapkan, sebagai langkah substitusi produk impor ilegal, per 17 November 2025 telah terdaftar sekitar 1.300 merek lokal dari kategori pakaian, sepatu dan aksesori. 

Produk-produk itu dipersiapkan untuk menggantikan peredaran pakaian bekas impor, sekaligus mengarahkan pedagang pakaian bekas agar beralih menjual produk lokal berkualitas. Menurut Maman, kolaborasi ini menciptakan ekosistem pemberdayaan UMKM yang lebih solid. 

“Alhamdulillah, Kemendag sejak awal sangat peduli mendukung UMKM. Dengan komunikasi dan intensifikasi koordinasi ini, kami ingin UMKM tumbuh lebih cepat, lebih kuat dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ungkapnya. 

Baca juga : Terbesar di Dunia, Penerima MBG Tembus 44 Juta

Terkait dinamika perdagangan pakaian bekas impor, tim teknis dari kedua kementerian akan menindaklanjuti pertemuan dengan mendetailkan skema perlindungan produk lokal. Termasuk penguatan rantai pasok dan penataan model bisnis pedagang baju bekas. 

“Hal yang terpenting adalah kita harus melindungi produsen dan pelaku ekonomi domestik. Kebijakan kita harus berpihak, adil dan memberikan solusi terbaik bagi semua,” tutup politisi Partai Golkar itu. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense