Dark/Light Mode

Setelah Cilacap, Kini Banjarnegara

Bencana Longsor Mengintai, Waspadalah!

Selasa, 18 November 2025 07:20 WIB
Peristiwa longsor melanda wilayah Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. (Foto: BPBD Kabupaten Banjarnegara)
Peristiwa longsor melanda wilayah Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. (Foto: BPBD Kabupaten Banjarnegara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bencana alam berupa tanah longsor masih mengintai. Setelah Cilacap, gantian Banjarnegara yang terkena musibah longsor. Tingginya intensitas hujan perlu menjadi perhatian masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi terjadinya bencana alam. 

Bencana longsor terjadi di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (17/11/ 2025). Tebing setinggi 100 meter, tiba-tiba longsor dan menghantam pemukiman warga.

Detik-detik tebing longsor sempat direkam warga dan viral di media sosial. Dari video singkat itu, terlihat warga panik begitu mengetahui tebing yang berada dekat tempat tinggalnya ambrol. 

Hingga Senin (18/11/2025), tercatat 2 orang meninggal dunia, 27 orang masih hilang, dan 886 warga mengungsi. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang Budiono mengatakan, satu korban ditemukan Minggu (16/11/2025) sore. Awalnya, korban masih hidup, dengan penuh luka. “Namun, setelah dirawat tadi pagi meninggal dunia. Sedangkan, korban kedua berhasil ditemukan pada hari ini pukul 07.58 WIB,” terang Budiono, Senin (17/11/2025). 

Baca juga : Bicara Pilpres 2029, Hashim Optimistis Prabowo Menang Lagi

Proses pencarian masih terus dilanjutkan. Tim SAR Gabungan tengah melakukan proses evakuasi terhadap warga yang berada di perbukitan. Mereka berhasil menyelamatkan diri dengan berlari ke daerah perbukitan yang tidak terdampak longsor. 

Budiono mengungkap material longsor menutup sebagian akses jalan desa dan menghambat mobilisasi alat berat. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Banjarnegara, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat terus berupaya membersihkan jalur dan melakukan pemantauan potensi longsor susulan. 

“Kondisi medan cukup menyulitkan karena material longsor tebal dan cuaca masih tidak stabil. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada serta menjauhi area yang berpotensi longsor susulan,” pesan Budiono. 

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari memperkirakan, hingga kemarin, ada 27 warga yang masih tertimbun longsor. Tim berhasil mengevakuasi 34 orang dari kawasan hutan di sekitar longsoran. 

Baca juga : Geram Dituduh Korupsi Bansos, Ratusan Kades Demo Ke DPRD Banyuwangi

Lokasi pengungsian tersebar di tiga lokasi: Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji, dan Gedung Haji Desa Pringamba. Longsor merusak 30 unit rumah dan lahan persawahan serta perkebunan warga. 

Sementara itu, memasuki hari kelima, operasi pencarian dan evakuasi korban bencana tanah longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, terus dilakukan. Tim SAR Gabungan yang mendapat dukungan 2 unit alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Cilacap dan Dinas Bina Marga Provinsi Jateng, kembali berhasil mengevakuasi 3 jenazah. 

Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (17/ 11/2025) pukul 11.00 WIB, total jenazah yang berhasil ditemukan mencapai 16 jiwa. Sementara 7 lainnya masih hilang. 

Selain itu, 106 warga diungsikan ke dua tempat yang lebih aman. Pertama, 56 orang di Balai Desa Cibeunying. Kedua, 50 orang di MTS SS Cibeunying. 

Baca juga : RUPSLB Garuda, Memastikan Penyehatan Maskapai Secara Terukur

BPBD Kabupaten Cilacap yang mendapat dukungan dari BNPB memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Pelayanan makanan disediakan melalui dapur umum yang diaktifkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga yang mengungsi. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.