BREAKING NEWS
 

Gelar RUPSLB, BSN Siap Jadi Katalis Penguat Pasar Syariah

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Kamis, 20 November 2025 06:35 WIB
Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Bank Syariah Nasional (BSN) Bahrullah Akbar (ketiga kanan) bersama Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor (kedua kanan), Wakil Direktur Utama BSN Arga M. Nugraha (ketiga kiri), serta jajaran direksi saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Rabu (19/11/2025). (Foto: AMA/RM)

 Sebelumnya 
Pada kesempatan yang sama, Direktur Consumer Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Hirwandi Gafar selaku Kuasa Pemegang Saham Pengendali BSN, menyampaikan apresiasi kepada jajaran serta seluruh insan BSN dan Unit Usaha Syariah BTN, yang selama ini telah menunjukkan dedikasi, komitmen, dan kinerja yang konsisten. 

Seperti diketahui, perjalanan UUS BTN hingga menjadi entitas baru BSN dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat. 

Aset UUS telah mencapai Rp 60,56 triliun pada Desember 2024 dan meningkat menjadi Rp 68,36 triliun pada September 2025. Pertumbuhan aset yang solid ini menegaskan, bahwa UUS BTN memiliki fundamental bisnis yang kuat untuk melangkah ke fase berikutnya. 

Baca juga : Konsumsi Rumah Tangga Melonjak, Pelaku Ekonomi Makin Percaya Diri Berbelanja

Sejalan dengan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan serta POJK No. 12 Tahun 2023, pemisahan UUS BTN menjadi Bank Umum Syariah bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi juga sebuah momentum strategis. 

Dengan aset yang telah melebihi persyaratan minimum dan dukungan kajian konsultan independen, BTN memilih untuk melakukan spin-off UUS BTN ke dalam entitas BSN sebagai anak perusahaan BTN. 

Kini dengan aset Rp 69 triliun per November 2025 dan meningkat menjadi Rp 71,3 triliun setelah finalisasi pelimpahan aset yang ditetapkan dalam RUPSLB BSN pada 19 November 2025, Hirwandi optimistis target BSN memiliki aset di atas Rp 100 triliun akan tercapai hanya dalam kurun waktu dua tahun setelah beroperasi. 

Baca juga : Untuk Meminimalisir Banjir, Stop Buang Sampah Ke Sungai Dan Got!

“Sebagai induk, BTN memiliki posisi kuat untuk mendukung penguatan BSN. Sinergi BTN dan BSN akan menciptakan pertumbuhan berimbang antara bisnis konvensional dan syariah,” ucap Hirwandi. 

Dengan begitu, susunan Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Bahrullah Akbar, Komisaris Independen Ilham Nurhidayatuloh, Komisaris Independen Lukman Khakim, Komisaris Machhendra Setyo Atmaja, Komisaris Hilman Latief. 

Lalu susunan Direksi Perseroan adalah Direktur Utama Alex Sofjan Noor, Wakil Direktur Utama Arga M. Nugraha, Direktur Finance, Strategy & Treasury Abdul Firman, Direktur Consumer Banking Mochamad Yut Penta, Direktur Risk Management Beki Kanuwa, Direktur Network & Retail Funding Ari Kurniaman dan Direktur Human Capital & Compliance Anton Rijanto. 

Baca juga : Dari Google Cloud-Petral, KPK Dan Kejagung Saling Limpahkan Kasus Korupsi

Kemudian, Dewan Pengawas Syariah Perseroan, terdiri dari Ketua Dewan Pengawas Syariah Misbahul Ulum dan Anggota Dewan Pengawas Syariah Syarif Hidayatullah. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense