RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi terus memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai lokomotif pembangunan ekonomi rakyat.
Dalam kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Produksi Kopdes Merah Putih di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (21/11/2025) yang diadakan Deputi Pengembangan Usaha Koperasi melalui Asisten Deputi Pengembangan Produksi Elviandi mengemukakan pandangan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa kemajuan Indonesia harus dimulai dari desa dan KDKMP merupakan wujud dari pengembangan ekonomi rakyat Indonesia.
Elviandi mengatakan, kegiatan sosialisasi peningkatan kapasitas produksi ini bertujuan untuk dapat mendorong peningkatan produksi komoditas unggulan pertanian dan perikanan di Sulawesi Selatan dan ke depannya mempunyai nilai tambah dan didorong untuk peningkatan kapasitas produksi ke depannya.
Potensi Kopdes Meah Putih di Sulawesi Selatan untuk mendukung sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan Sulawesi Selatan memiliki basis ekonomi kuat pada sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Kapasitas produksi pada beberapa sektor- dapat meningkat melalui penguatan nilai tambah, teknologi, produktivitas, dan sarana produksi yang dapat didukung Kopdes Merah Putih.
Baca juga : Percepat Swasembada, Kementan Dorong Percepatan Luas Tambah Tanam Di Sukabumi
Menurut Elviandi, peluang besar bagi Kopdes Merah Putih untuk terlibat dalam pengelolaan sektor ekonomi produktif ini.
"Potensi Kopdes Merah Putih yang memiliki keunggulan komoditas daerah dapat dikembangkan melalui sinergi dengan koperasi exsisting agar ke depannya Kopdes Merah Putih bisa menjadi piloting pengelolaan produksi komoditas yang terarah dan berpeluang untuk hilirisasi sehingga menghasilkan nilai tambah baru," ujar Elviandi dalam keterangannya, Senin (24/11/2025).
Menurutnya, Koperasi existing bisa menjadi koperasi ‘kakak asuh’ yang akan mendampingi dan membina KDMP sekaligus menjadi off taker hasil produksi KDMP sehingga tercipta ekosistem usaha yang berkelanjutan.
Kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Produksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dilaksanakan oleh Asisten Deputi Pengembangan Produksi ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Pertanian, Dinas Koperasi Provinsi Sulawesi Selatan, Universitas Hasanuddin, LPDB dan Koperasi Kospermindo serta bertujuan untuk memperkuat pemahaman pengurus dan anggota KDKMP dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi peningkatan kapasitas produksi koperasi yang akan membawa dampak pada tumbuhnya perekonomian masyarakat.
Hal ini menegaskan pentingnya pembentukan Kopdes Merah Putih sebagai solusi dan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa, mengakselerasi pemerataan pembangunan desa, mengurangi rantai distribusi hasil pertanian yang panjang, meningkatkan efisiensi rantai pasok.
Baca juga : Kementerian ESDM Tinjau Operasi Pertamina Di Sumsel
Selain itu mendorong kemandirian ekonomi berbasis gotong royong sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945 dan sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Pembentukan Kopdes Merah Putih.
Dengan potensi besar yang dimiliki, Kopdes Merah Putih di Sulawesi Selatan diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi dan fokus pada empat pilar utama:
1. Penyusunan business model Kopdes Merah Putih yang berkelanjutan.
2. Akses pembiayaan dan perluasan jaringan usaha.
3. Fasilitasi pendampingan, edukasi, dan pelatihan SDM perkoperasian.
Baca juga : Komitmen Pemberdayaan PNM Raih Dua Apresiasi Bergengsi
4. Digitalisasi manajemen Kopdes Merah Putih untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi.
"Kopdes Merah Putih diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi desa, menekan biaya konsumsi, serta membuka peluang usaha baru bagi warga desa," pungkas Elviandi
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.