BREAKING NEWS
 

Kurangi Ketergantungan Kepada AS, Menperin Genjot Pasar Ekspor Baru Furniture

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Rabu, 26 November 2025 06:30 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Dok. Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus membuka pasar ekspor baru untuk mengurangi ketergantungan terhadap Amerika Serikat (AS). Penguatan daya saing industri furniture dalam negeri menjadi fokus agar dapat menembus pasar yang lebih luas.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kebijakan ekspor tersebut disiapkan melalui diplomasi dan langkah strategis berorientasi perluasan pasar global. 

Salah satunya, mendorong pelaku industri agar siap menghadapi dinamika perdagangan internasional dan menggarap pasar baru di luar tujuan tradisional. 

Baca juga : Masyarakat Mulai Berani Buka Suara Dan Melaporkan

“Industri furniture salah satu sektor hilir padat karya yang memberikan nilai tambah tinggi bagi perekonomian nasional. Pada triwulan III tahun 2025, sektor ini berkontribusi 0,92 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nonmigas,” kata Agus di Jakarta, Selasa (25/11/2025). 

Menurutnya, nilai ekspor furniture mencapai 0,92 miliar dolar AS (Rp 15,33 triliun, kurs Rp 16.660 per dolar AS), hingga triwulan II-2025, meningkat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 0,91 miliar dolar AS (Rp 15,17 triliun). 

Adsense

“Adapun Amerika Serikat masih menjadi pasar terbesar dengan capaian 54,6 persen,” ujarnya. 

Baca juga : Kejagung Geledah 5 Lokasi, Sita Dokumen Dan Kendaraan

Industri kerajinan juga mencatatkan kinerja positif dengan nilai ekspor 173,49 juta dolar AS (Rp 2,89 triliun) triwulan II-2025, tumbuh 9,11 persen secara tahunan. 

“Sektor furniture dan kerajinan Indonesia bukan hanya menunjukkan kreativitas dan keterampilan, juga mengangkat keunggulan sumber daya lokal,” jelasnya. 

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meningkatkan kapasitas bisnis pelaku industri kecil dan menengah (IKM) furniture agar dapat merambah pasar non-tradisional. 

Baca juga : Arsenal Vs Bayern Munchen, Bagaikan Final Kepagian

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan, diperlukan strategi khusus untuk memperluas pasar di luar AS, seperti Eropa Timur, Timur Tengah, Amerika Latin, hingga negara-negara Asia seperti India dan Jepang. 

“Perlu diingat, dalam memasuki pasar Eropa misalnya, pelaku industri harus memperhatikan tidak hanya kualitas desain. Tetapi juga kepatuhan terhadap standar keamanan dan lingkungan,” ujarnya. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense