Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kekerasan Terhadap Anak Dan Perempuan Capai 1.917 Laporan
Masyarakat Mulai Berani Buka Suara Dan Melaporkan
Rabu, 26 November 2025 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kisah tragis menimpa Alvaro Kiano Nugroho. Nyawa bocah berusia 6 tahun itu, dihabisi oleh ayah tirinya. Namun, Alvaro bukan satu-satunya korban kekerasan. Pasalnya, kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Jakarta mencapai 1.917 laporan selama periode 2025.
Polisi mengungkap cara tersangka Alex Iskandar (AI) menghabisi anak tirinya, Alvaro, yang sempat hilang selama delapan bulan, hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.
AI menculik korban di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada 6 Maret 2025. “Kemudian, membekap korban hingga meninggal dunia,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Senin (24/11/2025).
Baca juga : Kejagung Geledah 5 Lokasi, Sita Dokumen Dan Kendaraan
Menurut Budi, motif pelaku membekap korban, karena kesal. Lantaran korban selalu menangis setelah diculik dari masjid. Aksi pelaku itu membuat korban sulit bernapas, hingga akhirnya kehilangan nyawa.
Budi membenarkan, motif penculikan terhadap Alvaro, karena AI merasa dendam dengan ibu kandung korban atau istri pelaku. AI menduga istrinya itu selingkuh.
“Dari pendalaman percakapan digital terlapor atau terduga pelaku, penyidik menemukan indikasi kuat berupa dorongan pelaku, bagaimana caranya balas dendam. Ini muncul berulang kali, sakit hati,” ucap Budi.
Baca juga : Arsenal Vs Bayern Munchen, Bagaikan Final Kepagian
Jasad Alvaro sudah ditemukan pihak kepolisian. Kondisi korban hanya menyisakan kerangka berbalut plastik hitam di Kali Cirewed, Tenjo, Bogor, Jawa Barat (Jabar).
Alvaro bukan satu-satunya korban kekerasan di Jakarta. Bahkan, kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta sepanjang 2025 menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga akhir November 2025, jumlah laporan telah mencapai 1.917 kasus. Angka yang hampir menyamai seluruh laporan pada 2024.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Iin Mutmainah memaparkan angka tersebut di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2025).
Baca juga : Hamilton Kecewa Hasil GP Las Vegas, Bos Ferrari Tanggapi Dengan Kepala Dingin
Iin menjelaskan, proporsi kasus anak lebih dari separuh laporan yang diterima DPPAPP DKI Jakarta. “Sekitar 53 persen,” tandasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya