Dark/Light Mode

Misi Perdamaian Ke Gaza Dipimpin Jenderal Bintang 3

Selasa, 25 November 2025 08:06 WIB
Foto: Kemhan
Foto: Kemhan

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia siap mengirimkan pasukan TNI untuk menjalankan misi perdamaian di Gaza, Palestina. Misi ini akan dipimpin oleh jenderal bintang tiga.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan, proses seleksi kontingen masih berlangsung. Struktur pasukan sudah dirancang komprehensif, meliputi unsur darat, laut, dan udara.

“Rencana nanti dipimpin oleh Jenderal bintang tiga. Di bawahnya ada tiga brigade komposit,” kata Agus usai rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025).

Di bawah tiga brigade tersebut, TNI menyiapkan Batalyon Kesehatan, Batalyon Zeni Konstruksi, Batalyon Bantuan, serta satuan bantuan mekanis. Selain personel, TNI juga menyiapkan helikopter, pesawat angkut C-130 Hercules, serta dua kapal rumah sakit milik TNI AL.

“Kapal rumah sakit lengkap dengan helikopternya,” ujar Agus.

Baca juga : Setelah Swasembada Beras, Zulhas Targetkan Swasembada Protein

Ia menjelaskan, kapal rumah sakit akan menjadi pusat dukungan medis. Baik bagi tenaga kesehatan maupun untuk merawat warga sipil korban perang.

Agus menegaskan, seluruh kontingen baru akan diberangkatkan setelah TNI mengirim tim aju (reccie) untuk memetakan situasi dan memastikan keamanan penempatan pasukan. Soal waktu keberangkatan, ia menyebut TNI masih menunggu keputusan politik Pemerintah.

Senada, dikatakan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Kata dia, TNI telah menyiapkan 20.000 prajurit untuk misi perdamaian ke Gaza. Pengerahan pasukan ini, kata dia, merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Sjafrie, struktur pasukan disiapkan oleh Panglima TNI, sementara fokus penugasan diarahkan pada misi kemanusiaan dan rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat perang.

“Spesifikasi penugasan akan diberdayakan untuk kebutuhan kemanusiaan dan rehabilitasi konstruksi yang rusak,” ujarnya di Kompleks DPR Jakarta, Senin (24/11/2025).

Baca juga : Seminggu Ini, Dasco 3 X Temui Prabowo

Sjafrie menegaskan, pengerahan prajurit ke Gaza sepenuhnya berada di bawah mandat PBB. “Kita akan membawa mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tukasnya.

Seleksi Ketat

TNI AD telah memulai seleksi personel untuk misi perdamaian tersebut. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono mengatakan, seleksi dilakukan ketat dengan penekanan pada kesehatan dan psikologi prajurit.

“Misi perdamaian menuntut ketahanan fisik, stabilitas mental, dan kemampuan bekerja di lingkungan berisiko tinggi,” ujar Donny.

Ia menambahkan, setiap prajurit wajib memahami mandat PBB, resolusi penugasan, serta aturan pelibatan di lapangan. Prinsipnya, TNI AD memastikan prajurit yang diberangkatkan adalah personel terbaik.

Baca juga : Gibran Bawa MBG Dan QRIS Ke Meja Konferensi Dunia

Senada, dikatakan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul. Dia memastikan, TNI AL telah menyiapkan prajurit dengan kemampuan khusus yang siap diterjunkan ke Gaza.

“Mereka akan melaksanakan perbaikan infrastruktur masyarakat yang hancur di wilayah konflik Gaza,” kata Tunggul.

Ia menyebut para prajurit tersebut berpengalaman dalam operasi militer selain perang (OMSP), baik di dalam maupun luar negeri. Namun, TNI AL belum mengungkap jumlah pasti personel yang disiagakan. Tunggul menegaskan, pihaknya masih menunggu keputusan resmi Pemerintah dan Panglima TNI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.