Dark/Light Mode

Diungkap Menhan: TNI Perkuat Pertahanan Di DKI, Aceh, Papua

Selasa, 25 November 2025 07:40 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025). (Foto:Tedy Octariawan Kroen/RM)
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025). (Foto:Tedy Octariawan Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan TNI akan memperkuat pertahanan di tiga wilayah strategis Indonesia, yaitu Jakarta, Aceh, dan Papua. Ketiga titik tersebut disebutnya sebagai center of gravity yang menjadi tolok ukur keamanan nasional. 

“Kita sudah menetapkan tiga center of gravity yang harus dijamin faktor keamanannya untuk menunjang kegiatan sosial, ekonomi, dan pembangunan,” ujar Sjafrie di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025). 

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) didampingi Panglima TNI Agus Subiyanto (kiri) dan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo (kanan) mengikuti Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi I DPR. (Foto:Tedy Octariawan Kroen/RM)

Pernyataan itu disampaikan Sjafrie usai rapat tertutup bersama Komisi I DPR. Rapat juga dihadiri Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan para kepala staf matra. 

Baca juga : Tiba Di Tanah Air, Gibran Langsung Lapor Presiden

Sjafrie menjelaskan, Jakarta menjadi wilayah prioritas karena merupakan pusat pemerintahan sekaligus pusat perekonomian nasional.

“Jakarta sendiri kita amankan dari 360 derajat. Baik dari pengamanan pantai, maupun pengamanan udara, serta pengamanan di darat kita lakukan,” ujar Sjafrie. 

Aceh disebut sebagai center of gravity kedua karena menjadi gerbang paling barat Indonesia. Upaya pengamanan akan dilakukan secara menyeluruh, serupa dengan Jakarta. 

Baca juga : Amran Marah, 250 Ton Beras Impor Ilegal Masuk Sabang

Sementara di Papua, Sjafrie mengatakan TNI akan menerapkan smart approach, yakni menggabungkan tiga pendekatan: soft approach, pendekatan teritorial, dan hard approach. 

“Pasukan akan ditempatkan dengan metode smart approach. Soft approach dilakukan melalui kegiatan humanis, agar masyarakat merasakan kehadiran TNI sebagai representasi pemerintah,” jelasnya. 

Selain itu, hard approach akan diterapkan melalui operasi taktis apabila terjadi ancaman yang berpotensi menciptakan instabilitas keamanan. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.