BREAKING NEWS
 

Di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Kantongi Laba Rp 34,15 T Pertamina Tetap Menyala

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Kamis, 27 November 2025 06:35 WIB
Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini. (Foto: Dok. Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah tekanan ekonomi global, kinerja PT Pertamina (Persero) tetap menyala. BUMN migas ini mampu mengantongi laba besar. Hingga kuartal III-2025, Pertamina sukses membukukan pendapatan yang solid dengan laba positif mencapai 2,05 miliar dolar AS atau sekitar Rp 34,15 triliun.

Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini mengatakan, Pertamina berkomitmen pada ketahanan operasional perusahaan di tengah tekanan eksternal. Yaitu, mulai dari penurunan harga minyak mentah global, melemahnya crack spread, hingga depresiasi nilai tukar rupiah. 

Sampai September 2025, pendapatan Pertamina mencapai 53,38 miliar dolar AS (Rp 889,4 triliun) dan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) sebesar 8,20 miliar dolar AS (Rp 136,6 triliun). 

Pencapaian ini ditopang oleh kinerja operasional yang tangguh di setiap lini bisnis. Selain itu, implementasi program cost optimization juga terus berkesinambungan di seluruh lini bisnis. 

Baca juga : Investasi Rp 1,65 T Dan Serap 10 Ribu Tenaga Kerja, Hilirisasi Kelapa Moncer

“Program cost optimization sepanjang tahun mencatatkan efisiensi dan tambahan pendapatan senilai 624 juta dolar AS (Rp 10,3 triliun),” ujar Emma,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (26/11/2025). 

Kinerja keuangan yang solid ini juga mampu menjaga profil permodalan dan arus kas perusahaan pada level yang sehat. Hal ini membuat rasio kredit Pertamina tetap berada level investment grade, dengan outlook stable dari tiga lembaga pemeringkat dunia, yaitu Moody’s, S&P, dan Fitch. 

“Karena terjaganya credit metrics utama seperti leverage, debt service capacity, dan likuiditas di tengah dinamika industri energi global,” terang Emma. 

Adsense

Ia melanjutkan, capaian tersebut juga ditopang penguatan tata kelola dan disiplin investasi di bawah pengawasan para pemegang saham, termasuk Danantara. “Kolaborasi dengan pemegang saham memberikan fondasi yang lebih kuat bagi pengelolaan modal Pertamina,” ungkapnya. 

Baca juga : Segera Perbaiki, Jangan Nunggu Jebol Dan Banjir

Di samping itu, dukungan Pemerintah turut berperan melalui penyelesaian kompensasi selisih harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Seluruh kompensasi BBM tahun 2024 telah dilunasi. Sementara, pembayaran kompensasi tahun 2025 mulai direalisasikan. 

Emma melanjutkan, pada Oktober 2025, Pertamina telah menerima pembayaran kompensasi untuk kuartal I-2025. Pertamina mengapresiasi dukungan Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta Danantara. 

Kementerian Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 73 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penyediaan, Pencairan, dan Pertanggungjawaban Dana Kompensasi atas Kekurangan Penerimaan Badan Usaha Akibat Kebijakan Penetapan Harga Jual Eceran BBM (Bahan Bakar Minyak) dan Tarif Tenaga Listrik. PMK ini memungkinkan pembayaran kompensasi dilakukan setiap bulan dan memberikan fleksibilitas pembayaran dalam valuta asing. 

“Kebijakan ini akan memperkuat likuiditas kami ke depan, dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan fiskal negara,” tambahnya. 

Baca juga : Terkait Kasus Suap Bupati Ponorogo, KPK Maraton Geledah Perusahaan Di Surabaya

Sementara, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono menambahkan perkembangan rencana integrasi bisnis hilir.  “Informasi ini menjadi salah satu yang paling dinantikan investor,” ujarnya. 

Agung menyebutkan, integrasi Subholding Commercial & Trading, Refinery & Petrochemical, serta Integrated Marine Logistics dirancang untuk meningkatkan efisiensi endto-end bisnis hilir, mempercepat pengambilan keputusan, dan memperkuat daya saing produk. “Kami yakin integrasi ini juga akan memperkokoh rantai pasok energi nasional,” ujarnya. 

Proses integrasi akan dilakukan secara bertahap. Sebab, seluruh tahapan masih menunggu persetujuan para pemangku kepentingan. “Kami memastikan proses berjalan dengan hati-hati dan sesuai prinsip tata kelola,” tegasnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense