Dark/Light Mode

Ibu Hamil Meninggal Setelah Ditolak 4 RS, Prabowo Turun Tangan

Rabu, 26 November 2025 07:50 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan keterangan kepada wartawan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (24/11/2025). (Foto: BPMI Setpres)
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan keterangan kepada wartawan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (24/11/2025). (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus ibu hamil meninggal setelah ditolak 4 rumah sakit di Jayapura, Papua, menjadi perhatian nasional. Dari eksekutif hingga legislatif, sama-sama mengecam peristiwa nahas tersebut. Presiden Prabowo Subianto yang menerima laporan itu, ikut turun tangan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang memberikan laporan itu ke Presiden saat dipanggil di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/11/2025). Usai mendengar laporan, Tito bilang, Prabowo langsung mengeluarkan instruksi tegas. 

“Arahan Presiden untuk segera melakukan audit dan perbaikan,” kata Tito usai menghadap Presiden. 

Mendagri Tito Karnavian melapor ke Presiden Prabowo Subianto terkait kasus meninggalnya Irene Sokoy, seorang ibu hamil asal Jayapura, Papua, beserta bayi dalam kandungannya, setelah diduga ditolak empat rumah sakit. (Foto: Instagram/sekretariat.kabinet)

Audit yang dimaksud bukan setengah-setengah. Kata Tito, pemeriksaan akan menyasar seluruh unsur terkait, mulai rumah sakit, dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, hingga fasilitas kesehatan swasta. Kemenkes dan Kemendagri sudah mengirim tim khusus ke Jayapura untuk mengurai benang kusut kasus tragis ini. 

Baca juga : 5 Hari Setelah Divonis Penjara, 3 Mantan Direksi ASDP Direhabilitasi Presiden

“Begitu menerima informasi, saya langsung kontak Gubernur Papua, Pak Matius Fakhiri, agar turun menemui keluarga korban dan memberikan bantuan,” tambah mantan Kapolri itu. 

Selain mengevaluasi pelayanan, Kemendagri juga akan mengutak-atik regulasi tata kelola layanan kesehatan. Tujuannya mencari di mana letak karutmarut sistem rujukan yang membuat nyawa dua manusia melayang sia-sia. 

Semua rumah sakit yang terkait akan dikumpulkan. Pejabat-pejabat Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten juga akan dimintai keterangan. “Menkes dan saya sudah koordinasi. Hari ini tim Kemenkes dan Kemendagri berangkat ke Jayapura untuk melakukan audit,” tegasnya. 

Kemenkes juga menurunkan tim khusus melakukan audit teknis medis. Kata Tito, audit ini penting untuk mencari akar masalah dan mencegah kasus serupa terulang lagi. 

Baca juga : Gibran Sampaikan Salam Hangat Dari Pemimpin Dunia

“Kita tidak ingin ini terulang lagi. Malam ini semua tim berangkat ke sana,” ujarnya. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, tim pusat sudah tiba di Papua untuk menginvestigasi total. “Tim dari RS Harapan Kita Ibu dan Anak sudah sampai di sana untuk menganalisa masalahnya,” kata Budi di Jakarta. 

Investigasi tidak hanya menyorot penanganan medis, tapi seluruh alur rujukan dan tata kelola pelayanan. Menurut Budi, hambatan struktural harus dibongkar habis agar kejadian tragis serupa tidak lagi terjadi. 

Selain tim audit, Kemenkes juga mengerahkan tenaga dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta yang berpengalaman menangani perbaikan manajemen RS daerah. Mereka akan membantu menata ulang manajemen RSUD di Papua. Mulai dari sistem rujukan, administrasi layanan, hingga manajemen pasien. 

Baca juga : Hadiri Rakorwil DPW PSI, Eks Ketua NasDem Kepri Belum Resmi Bergabung

“Agar ke depan hal-hal seperti ini bisa dicegah,” tekan Budi. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.