BREAKING NEWS
 

Percepatan Digitalisasi Jadi Peluang Pengembangan AI

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 27 November 2025 19:37 WIB
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Percepatan digitalisasi menjadi salah satu elemen penting untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen serta pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Dorongan ini juga diprediksi membuka peluang besar bagi pengembangan Artificial Intelligence (AI), mengingat Indonesia kini berada pada posisi ketiga pengguna AI terbanyak di dunia.

Indotelko Group memastikan akan terus mengawal upaya percepatan tersebut, baik melalui dukungan kebijakan pemerintah maupun aktivitas industri di bidang information and communication technology (ICT).

Co Founder Indotelko Group Setia Gunawan menyampaikan, pada puncak Hari Bhakti Postel ke-80 di Bandung, Jawa Barat, pihaknya sudah berikrar untuk mendukung percepatan digitalisasi nasional.

“Hari ini kita ingin membedah implementasi dari deklarasi yang telah disampaikan, kebijakan pemerintah seperti apa, dan apa saja aksi-aksi korporasi untuk percepatan itu,” ungkapnya saat membuka Forum Indotelko bertema Implementasi Kolaborasi Percepatan Digitalisasi, dalam rangka HUT ke-14 Indotelko di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Di tempat yang sama, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi Digital (Komdigi) Denny Setiawan menambahkan, Pemerintah tengah menyiapkan roadmap infrastruktur digital yang mencakup pembangunan kabel laut, data center, fiber optic, hingga roadmap mobile broadband untuk mewujudkan percepatan digitalisasi nasional.

Komdigi juga merencanakan lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk memperluas jangkauan digitalisasi hingga ke desa-desa, serta memperluas jaringan 5G. Pihaknya turut mendorong infrastructure sharing, open access, dan revisi berbagai regulasi.

“Jangka pendeknya kita akan mengubah regulasi peraturan-peraturan menteri yang relatif lebih cepat. Kata kuncinya lebih ke open access dan regulasi kompetisi akses. Hal-hal itu yang kita lakukan,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Sarwoto Atmosutarno, menekankan pentingnya perluasan jaringan 5G untuk percepatan digitalisasi nasional.

Baca juga : Setjen DPD Gagas Innovation Week Beri Peluang Pegawai Berinovasi

Infrastruktur itu dinilai krusial dalam pengembangan ekosistem AI dan IoT di Indonesia yang dapat mendongkrak ekonomi digital sesuai Asta Cita Presiden Prabowo.

Berdasarkan hitungan Mastel, ekonomi digital diproyeksikan berkontribusi 8–10 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan nilai lebih dari 100 miliar dolar Amerika.

“Hitungan kami, kita butuh 100 kilometer jaringan fiber nasional untuk kawasan kota besar dan industri utama. Saat ini 5G yang ada baru antara Bali dan Jakarta. Ini tantangan real untuk kita mengekspansi di tahun depan,” jelasnya.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi internet kini mencapai 80,66 persen atau sekitar 229 juta jiwa.

Akselerasi jaringan internet, terutama di daerah, dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mengingat pelaku usaha mikro makin mengandalkan ekosistem digital untuk promosi dan penjualan.

Ketua Bidang Regulasi APJII, Syahrial Syarif, menilai salah satu langkah penting adalah meningkatkan peran Internet Service Provider (ISP) lokal melalui kolaborasi dengan ISP besar dan RT/RW Net.

“88 persen ISP lokal memberi layanan sangat terbatas karena berbagai alasan. Salah satu yang mengemuka adalah bagaimana teman-teman lokal bisa memanfaatkan infrastruktur secara terbuka dengan harga wajar,” ujarnya.

Adsense

Director & Chief IT Services Officer Lintasarta, Ginandjar, menegaskan penguatan infrastruktur digital menjadi langkah krusial dalam mewujudkan kedaulatan digital dan mempercepat pemanfaatan AI.

Ia mengingatkan bahwa meski Indonesia menjadi pengguna AI terbesar ketiga di dunia, ketersediaan talenta digital masih jauh dari kebutuhan.

Baca juga : Jembatan Penghubung Dengan Ancol Bisa Kebut Pengembangan Kawasan JIS

“AI ini kesempatan besar buat kita bisa tumbuh lebih cepat, namun jika salah menyikapi kita bisa ketinggalan dari yang lain. Untuk itu kolaborasi setiap layer penting sekali,” ungkapnya.

Menurut Ginandjar, percepatan digitalisasi tidak hanya bertumpu pada jaringan, tetapi juga kesiapan infrastruktur inti seperti data center dan cloud yang menjadi fondasi kedaulatan digital.

“Data center itu jantungnya, di dalamnya ada cloud. Ini merupakan jantung yang memang harus kita sama-sama lakukan kolaborasi,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa inisiatif AI Merdeka Lintasarta menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem talenta digital di Indonesia, agar pemanfaatan AI dapat berjalan inklusif dan berkelanjutan di seluruh daerah.

Sementara Head of Government Industry Relation Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal, menilai perlunya roadmap yang terarah untuk mendukung percepatan digitalisasi nasional.

Menurutnya, strategi ini akan memastikan pembangunan yang dilakukan benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kita jangan cuma membangun jalan tolnya saja, tapi pikirkan juga ini 5G, AI mau dipake untuk industri, kolaborasi, efektivitas, produktivitasnya apa? Jadi kita melihat ini harus menyeluruh,” ujarnya.

Percepatan digitalisasi, kata Ronni, juga tak bisa lepas dari peran operator telekomunikasi. Selain sinergi, operator perlu menguatkan jaringan dan menghadirkan inovasi berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan AI.

Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi ikut menegaskan komitmen ini bukan hanya soal jaringan, tetapi juga tentang menghadirkan inovasi teknologi digital terdepan seperti perluasan teknologi 5G, pemanfaatan AI dalam autonomous network.

Baca juga : Rehabilitasi Kasus ASDP, Perlu Reformasi KPK Dan Lembaga Peradilan

“Serta beragam solusi digital lainnya untuk mendukung industri telekomunikasi nasional,” ujarnya.

Komitmen serupa disampaikan Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Danny Buldansyah, yang menilai pentingnya sinkronisasi roadmap nasional antara pemerintah, operator, dan industri teknologi.

Menurutnya, dorongan ini juga harus dibarengi perlindungan data, keamanan siber, dan mekanisme berbagi tanggung jawab yang adil.

“Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tapi tentang menciptakan dampak sosial dan ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menyampaikan komitmen perusahaan membangun 8 ribu site baru, sekaligus mengembangkan layanan untuk 175 ribu sekolah, 42 ribu kantor pemerintahan, dan sedikitnya 8 ribu pusat layanan kesehatan.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan tambahan spektrum guna mempercepat layanan internet ke masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense