RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melalui BSI Maslahat bergerak cepat melakukan asesmen untuk mengidentifikasi kebutuhan warga di lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sejak Selasa (25/11/2025).
“Saat ini, para penyintas masih memerlukan bantuan evakuasi, makanan siap saPT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melalui BSI Maslahat bergerak cepat melakukan asesmen untuk mengidentifikasi kebutuhan warga di lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sejak Selasa (25/11/2025).
“Saat ini, para penyintas masih memerlukan bantuan evakuasi, makanan siap santap, alas tidur, air minum dalam kemasan, obat-obatan, dan peralatan darurat lainnya,” sebut Manajemen BSI Maslahat dalam keterangan resmi, Jumat (28/11/2025).
Akibat bencana tersebut, sekitar 29 kota/kabupaten di tiga provinsi terdampak, dengan lebih dari 5.000 jiwa terpengaruh, ratusan rumah rusak, serta akses jalan terputus akibat banjir bandang dan longsor.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dan longsor tersebut dipicu Siklon Tropis Koto di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B di Selat Malaka, yang menyebabkan hujan lebat dan angin kencang di wilayah Sumatera Utara.
Baca juga : Prabowo Kerahkan A400 Dan Hercules Kirim Bantuan Ke Sumatera
Dilansir dari Antara, laporan Basarnas menunjukkan banjir bandang dan tanah longsor berdampak signifikan di Kabupaten Tapanuli Tengah. Bencana melanda sejumlah kecamatan, yakni Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Sibabangun, Tapian Nauli, dan Kolang.
Data sementara per Rabu (26/11/2025) malam mencatat lebih dari 1.902 keluarga terdampak, dengan jumlah terbesar berada di Kecamatan Kolang sebanyak ntap, alas tidur, air minum dalam kemasan, obat-obatan, dan peralatan darurat lainnya,” sebut Manajemen BSI Maslahat dalam keterangan resmi, Jumat (28/11/2025).
Akibat bencana tersebut, sekitar 29 kota/kabupaten di tiga provinsi terdampak, dengan lebih dari 5.000 jiwa terpengaruh, ratusan rumah rusak, serta akses jalan terputus akibat banjir bandang dan longsor.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dan longsor tersebut dipicu Siklon Tropis Koto di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B di Selat Malaka, yang menyebabkan hujan lebat dan angin kencang di wilayah Sumatera Utara.
Dilansir dari Antara, laporan Basarnas menunjukkan banjir bandang dan tanah longsor berdampak signifikan di Kabupaten Tapanuli Tengah. Bencana melanda sejumlah kecamatan, yakni Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Sibabangun, Tapian Nauli, dan Kolang.
Baca juga : Pertamina Peduli Kirimkan Bantuan Untuk Korban Banjir Dan Longsor Sumut
Data sementara per Rabu (26/11/2025) malam mencatat lebih dari 1.902 keluarga terdampak, dengan jumlah terbesar berada di Kecamatan Kolang sebanyak 1.261 keluarga.
Sementara itu, Basarnas mengonfirmasi satu keluarga beranggotakan empat orang di daerah tersebut meninggal akibat tertimbun longsor.
Kemudian di Kabupaten Tapanuli Selatan, banjir bandang dan longsor melanda wilayah Aek Ngadol, Hutagodang, Garoga, Batuhoring, dan Hapesong Baru di Kecamatan Batang Toru.
Basarnas mencatat terdapat enam warga meninggal akibat banjir bandang dan tujuh warga terdampak longsor di Parsariran, Hapesong Baru. Sementara itu di Kota Sibolga, dampak paling signifikan terjadi di Kecamatan Sibolga Selatan.
Delapan warga dinyatakan meninggal dunia dan 21 orang dilaporkan hilang berdasarkan laporan yang diterima Posko SAR hingga Rabu malam.
Baca juga : Banjir Dan Longsor Landa Sumatera, MUI Serukan Salat Gaib
Banjir juga merendam akses jalan Kota Padang–Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, tepatnya di daerah Pasar Usang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Akibatnya, jalur tersebut tidak dapat dilalui.
Selanjutnya, data Pusat Pengendalian Operasi BPBD Sumbar mencatat cuaca ekstrem berdampak pada 17 kelurahan di tujuh kecamatan di Kota Padang. Data terakhir menunjukkan adanya 12 korban meninggal dunia dan sekitar 12.000 jiwa terdampak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.