RM.id Rakyat Merdeka - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan AQUA menjalin kemitraan strategis untuk memperkuat pelestarian budaya serta mendorong praktik wisata yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Kerja sama ini meliputi penyediaan hidrasi sehat bagi pengunjung dan pengembangan infrastruktur pengelolaan sampah plastik di kawasan TMII.
Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, TMII dan AQUA menghadirkan ekosistem pengumpulan sampah plastik pascakonsumsi berupa dua unit reverse vending machine (RVM), satu unit waste station (WS), serta sejumlah dropbox. Bekerja sama dengan Rekosistem dan Plasticpay, seluruh sampah botol plastik pascakonsumsi di TMII akan masuk ke sistem daur ulang AQUA dengan pendekatan ekonomi sirkular, sejalan dengan visi pemerintah dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Membuka peresmian kemitraan, Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kementerian Pariwisata, Itok Parikesit, menyampaikan apresiasi. Kata dia, hadirnya kolaborasi ini memiliki signifikansi strategis.
“TMII membawa mandat pelestarian budaya, sementara AQUA punya rekam jejak kuat dalam keberlanjutan dan edukasi lingkungan. Kemitraan ini menunjukkan bagaimana pengelola destinasi dan industri bisa berkolaborasi dalam satu visi, yaitu merawat budaya sekaligus menjaga lingkungan,” ujar Itok.
Baca juga : Semen Padang Angkat Misi Berat: Pulang Dari Kediri Harus Bawa Poin
Ia menambahkan, kolaborasi ini sejalan dengan program Gerakan Wisata Bersih yang diluncurkan Kementerian Pariwisata.
Vice President General Secretary AQUA, Vera Galuh Sugijanto, menegaskan komitmen AQUA dalam mendukung pariwisata berkelanjutan. “Kelestarian lingkungan selalu berjalan seiring dengan kualitas hidrasi yang kami hadirkan setiap hari. Komitmen kami tidak hanya pada penyediaan hidrasi sehat, tetapi juga pada pengelolaan sampah plastik,” kata Vera.
Ia menyebut AQUA bangga dapat berkolaborasi dengan TMII untuk pelestarian budaya dan pariwisata berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, menyambut baik inisiatif ini. Kata dia, sebagai taman budaya yang merepresentasikan kekayaan Indonesia, TMII bertanggung jawab memastikan warisan budaya tetap relevan bagi generasi masa kini.
Baca juga : Kemenhut Tegaskan Komitmen Perhutanan Sosial Dan Pengakuan Hutan Adat
“Banyak unsur budaya kita bersumber dari alam, sehingga menjaga lingkungan berarti menjaga akar budaya itu sendiri,” ujar Ratri.
Ia berharap edukasi mengenai pengelolaan sampah plastik dapat menjadi contoh bahwa pelestarian budaya dan lingkungan dapat berjalan berdampingan.
Dalam kemitraan ini, seluruh sampah dari ekosistem RVM, WS, dan dropbox akan bermuara pada fasilitas daur ulang AQUA untuk diolah kembali menjadi bahan baku botol plastik.
TMII dan AQUA juga meluncurkan berbagai inisiatif edukatif, salah satunya Vir-ART-lity, pameran instalasi seni dari material upcycling botol plastik PET. Program ini melibatkan mahasiswa dan seniman muda dari berbagai daerah, dengan karya yang dikurasi seniman nasional seperti Tromarama, Erwin Windu Pranata, serta REEXP. Sebanyak 15 karya terbaik dipamerkan di Museum Indonesia mulai 27 November 2025.
Baca juga : KLB INI 2025 Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Pemerataan Formasi Notaris
“Melalui kolaborasi ini, TMII ingin mengajak pengunjung tak hanya menikmati kekayaan Indonesia, tetapi juga ikut menjaganya,” kata Ratri.
Melengkapi ekosistem daur ulang, AQUA juga menyediakan kios berbahan material daur ulang tutup botol plastik. “Kami ingin mempertegas kontribusi dalam kampanye daur ulang plastik sesuai peta jalan #BijakBerplastik. Kios berbahan daur ulang ini menunjukkan bagaimana sampah plastik pascakonsumsi bisa kembali masuk ke rantai nilai ekonomi,” tutup Vera.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.