RM.id Rakyat Merdeka - PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama anak perusahaannya, PLN Energi Gas (PLN EG), meresmikan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa integrasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), urban farming berbasis ekonomi sirkular, serta konservasi mangrove di Tarakan, Selasa (2/12/2025).
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus memberikan manfaat sosial dan lingkungan bagi masyarakat sekitar fasilitas penyimpanan. Dan regasifikasi Liquefied Natural Gas (LNG) di Gunung Belah.
Direktur PLN Energi Gas, Edwin Bangun, menegaskan pentingnya pemanfaatan gas sebagai langkah strategis menurunkan emisi.
“Gas lebih rendah emisi dibanding bahan bakar minyak. Jadi, ketahanan energi di Tarakan harus berjalan seiring ketahanan lingkungan dan pangan,” ujar Edwin.
Program TPS3R yang dipadukan dengan urban farming menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular.
Baca juga : Diskusi Akhir Tahun, PPLi-AJPLI Perkuat Peran Jurnalis Kawal Isu Lingkungan
Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik diarahkan untuk didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi tambahan.
Melalui integrasi ini, PLN EPI dan PLN EG berharap masyarakat memperoleh pendapatan tambahan sekaligus mendorong kemandirian pangan keluarga.
Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia, perusahaan juga menanam 1.000 bibit mangrove sebagai langkah awal pemulihan ekosistem pesisir Tarakan.
Upaya ini diharapkan memperkuat perlindungan kawasan pesisir dari abrasi, meningkatkan populasi hayati seperti kepiting bakau dan udang windu, serta menambah manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Inisiatif konservasi ini menjadi salah satu prioritas TJSL PLN EG dalam mendorong keberlanjutan sosial dan lingkungan.
Baca juga : Pakar UI: Kinerja Hulu Pertamina Topang Ketahanan Energi Nasional
Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, mengapresiasi inisiatif tersebut. “Urban farming yang terintegrasi dengan ekonomi sirkular memperlihatkan bagaimana keberlanjutan bisa diwujudkan melalui inovasi dan kolaborasi. Tidak ada satu institusi yang dapat menyelesaikan tantangan lingkungan sendirian,” ujarnya.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menyampaikan bahwa program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Kami ingin keberadaan fasilitas energi di Tarakan memberikan dampak sosial dan lingkungan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Mamit.
Peresmian di Taman Belabuh diisi edukasi penanaman mangrove, penyerahan bantuan urban farming kepada Kelompok TPS3R KSM Pamusian, serta praktik penanaman mangrove bersama warga dan pemangku kepentingan.
Pemerintah daerah berharap program ini dapat terus berkembang dan direplikasi untuk memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi risiko iklim dan degradasi lingkungan.
Baca juga : Prabowo: Perubahan Iklim Nyata, Pemerintah Harus Berfungsi Jaga Lingkungan
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen PLN EPI dan PLN EG terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 14 tentang ekosistem laut dan poin 12 tentang konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab.
PLN EPI menyatakan bahwa seiring beroperasinya fasilitas regasifikasi LNG yang membuat pasokan energi primer Tarakan tidak sepenuhnya bergantung pada sumber lokal, program pemberdayaan masyarakat dan pemulihan ekosistem akan terus diperkuat, agar Tarakan tumbuh sebagai kota pesisir yang tangguh dan hijau.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.