BREAKING NEWS
 

AMT Pertamina Tetap Salurkan BBM Di Tengah Banjir Dan Longsor

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Minggu, 7 Desember 2025 17:31 WIB
Foto: Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - Riki Margiono, salah satu Awak Mobil Tangki (AMT) PT Pertamina (Persero), sempat menunggu di sisi jalur Sungai Penuh selama 16 jam saat mengantar BBM ke Kabupaten Kerinci, Jambi.

Jarak sejauh 223 kilometer, yang biasanya ditempuh hanya sekitar enam jam, pada kondisi bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat ini berubah menjadi sekitar 48 jam perjalanan karena ruas jalan yang dilalui terendam banjir dan tertutup material longsor.

“Kalau jalan banjir tinggi, kami harus menunggu surut. Kami cuma duduk saja, harus bagaimana lagi,” jelas Riki saat ditemui di Integrated Terminal Teluk Kabung, Padang, Selasa (2/12/2025). 

Pekan sebelumnya, saat terjadi banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Riki termasuk awak mobil tangki Pertamina yang dikelola anak usaha PT Elnusa Petrofin, yang sempat terjebak kala mengantarkan BBM. Bersama 15 AMT lainnya, Riki menunggu hingga banjir sedikit surut. Pada penantian pertama, Riki masih mendapatkan bantuan nasi bungkus dari tim Rescue Pertamina yang bergerak menyusulnya.

Baca juga : Prabowo Janji Hapuskan KUR Untuk Petani Terdampak Banjir & Longsor Sumatera

Ketika banjir surut dan jalur dapat dilewati, di tengah perjalanan Riki kembali terhenti akibat jalan yang tertutup longsor. Ia pun kembali bermalam di tengah jalan, menunggu bantuan alat berat untuk membuka akses.

Memikirkan panjangnya perjalanan, Riki sering teringat keluarganya di Padang. Keluarganya juga terdampak banjir, namun ia sempat mengabari dan memastikan mereka dalam keadaan baik.

“Mengantar BBM sudah menjadi tugas saya, jadi saya pastikan BBM sampai di SPBU karena sudah banyak masyarakat menunggu. Ketika sampai, rasa khawatir saya berubah menjadi bahagia. Saya melihat masyarakat senang melihat mobil truk yang saya bawa masuk ke SPBU,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Adsense

Di tengah kondisi cuaca ekstrem, banjir, dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, para AMT Pertamina menunjukkan dedikasi luar biasa untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat.

Baca juga : Arema FC Dan Aremania Salurkan Bantuan Buat Korban Banjir Di Sumatera

AMT menghadapi rute terputus, badan jalan amblas, hingga genangan banjir tinggi. Namun mereka tetap bergerak menembus medan sulit demi menjaga suplai BBM ke SPBU dan fasilitas vital lainnya.

AMT Pertamina lainnya, M. Aidil Dzakwan, yang bertugas menyalurkan BBM di wilayah terdampak bencana Sumatera Barat, mengisahkan perjalanannya dalam menjalankan tugas mengantarkan energi. Ia bersama AMT lainnya harus melewati jalur ekstrem tebing Sitinjau Lauik, yang terkenal terjal dengan belokan curam. Selain kondisi jalan yang harus diwaspadai, jalur ini kini juga ramai karena menjadi akses utama menuju Bukittinggi, Payakumbuh, dan sekitarnya.

“Untuk para AMT yang menyalurkan BBM ke pelosok luar kota maupun dalam kota, kita tetap safety dan menjaga keselamatan dan kesehatan di jalan. Kita sebagai driver harus tetap semangat walaupun kena hujan, panas, macet, longsor, banjir. Yang namanya petugas, kita harus jalani dengan senang hati,” katanya.

Aidil turut menyemangati rekan-rekan AMT lainnya untuk terus menjalankan tugas mengantar BBM sampai ke SPBU, meskipun jalur yang mereka lalui kerap menantang dan sering terdampak banjir, longsor, serta potensi kecelakaan. “Ayo semangat, pantang menyerah, dan tetap berjuang untuk masyarakat. Kita melayani dengan sepenuh hati,” ucapnya.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Pastikan Suplai BBM & LPG di Aceh Berangsur Normal

Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, Pertamina terus mengupayakan pengiriman BBM dilakukan dengan mengikuti standar keselamatan yang ketat. Setiap pergerakan mobil tangki dipantau melalui koordinasi antara Integrated Terminal, depot setempat, AMT, pihak berwenang, dan Road Traffic Control (RTC) yang siaga 24 jam.

“AMT kami selalu mendapatkan briefing keselamatan, termasuk pembaruan informasi jalur yang aman. Keselamatan tetap nomor satu, namun komitmen menjaga suplai energi juga menjadi tanggung jawab moral bagi kami,” jelas Fahrougi.

Selama masa bencana, Pertamina terus menjaga ketersediaan BBM di SPBU, mendukung kebutuhan BBM untuk alat berat pembersihan material longsor, kendaraan darurat, hingga suplai ke wilayah yang terisolasi.

“AMT yang tetap menjalankan distribusi di tengah bencana menjadi wujud nyata peran Pertamina dalam menyediakan energi, terutama saat masyarakat membutuhkan. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat,” tandas Fahrougi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense