RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank CIMB Niaga Tbk atau CIMB Niaga melalui Unit Usaha Syariah (UUS) nya siap melakukan spin-off unit syariah menjadi Bank Umum Syariah (BUS) pada 1 Mei 2026.
Direktur Syariah Banking Pandji P Djajanegara, langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan dan memperluas pasar perbankan syariah CIMB Niaga.
“Spin off kesiapan internal sudah cukup matang, dan kami juga tengah menyelesaikan berbagai proses perizinan eksternal. Seluruh perizinan diharapkan rampung pada Maret 2026, sehingga spin-off dapat dilakukan pada 1 Mei 2026,” katanya dalam diskusi Jurnalis Inspiratif bertajuk ‘F30 Strategy & Outlook CIMB Niaga’ di Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Rencana peresmian spin-off pada ada 1 Mei 2026, Pandji bilang juga akan meluncurkan identitas merek baru, termasuk logo dan konsep cabang yang berbeda dengan yang ada saat ini, untuk memperkuat positioning sebagai bank syariah modern. “Kami sudah punya logo, nama baru bahkan,” ujarnya.
Hingga tahun 2030, CIMB Niaga Syariah juga bakal mengincar aset hingga Rp 100 triliun.
Saat ini, aset CIMB Niaga Syariah sebagai UUS sekitar Rp 70 triliun. CIMB Niaga secara induk, mengelola aset sekitar Rp 350-Rp 360 triliun dengan pembiayaan syariah yang mencapai 25 persen dari total pembiayaan.
Pandji merinci, proses spin-off dilakukan dalam tiga stream. Yaitu, regulatory stream, business stream dan operations stream.
Baca juga : Kinerja Solid, Laba CIMB Niaga Tumbuh 1,7 Persen Di September 2025
Dari sisi regulatory, dokumen permohonan Izin Prinsip telah disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir Juli 2025.
“Selain melakukan perizinan ke OJK, CIMB Niaga juga tengah memproses sejumlah perizinan ke Bank Indonesia (BI),” ucapnya.
Izin tersebut meliputi PJP, BI-RTGS, BI FAST, BI ETP dan layanan pembayaran lain yang diperlukan bagi operasional BUS.
Kemudian CIMB Niaga Syariah terus berkoordinasi dengan berbagai instansi seperti Departemen Pajak, BKS, Departemen Agama, Dukcapil, Departemen Hukum, dan Badan Pertanahan Nasional, guna mendukung kelancaran spin-off.
“Kami juga telah memulai uji coba customer journey selama sembilan bulan terakhir untuk memastikan pelayanan optimal kepada nasabah,” ungkap Pandji.
Dia mengatakan, penguatan sistem menjadi fokus utama, karena proses spin-off tidak sesederhana yang dibayangkan.
“Kami juga melakukan leveraging dengan infrastruktur induk untuk mendukung digitalisasi,” ujarny.
Strategi Digitalisasi Dan Ekspansi Cabang
Baca juga : Gandeng Pegadaian, CIMB Niaga & Mandiri Sekuritas, BRI-MI Hadirkan ETF Emas
Saat spin-off nanti, CIMB Niaga Syariah akan lebih fokus melayani segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta Segmen Menengah Indonesia (SMI), terutama di kota-kota besar.
Produk-produk syariah juga akan tetap tersedia di cabang-cabang konvensional CIMB Niaga agar akses nasabah lebih mudah.
Panji menambahkan, saat ini CIMB Niaga Syariah memiliki sekitar 500 karyawan, dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 1.000 orang pada 2026.
“Tahun depan, kami berencana menambah jumlah cabang syariah dari 25 menjadi 50. Termasuk membuka kantor fungsional yang berfungsi untuk kebutuhan internal tanpa melakukan transaksi perbankan," ujarnya.
Dia menambahkan, ingin memperluas jaringan melalui konsep Grand Network Expansion dengan memanfaatkan infrastruktur induk, sehingga bisa menjangkau segmen loyalis di berbagai kota.
Dalam menghadapi perkembangan teknologi, CIMB Niaga Syariah juga berupaya meningkatkan literasi digital dan memperkuat kanal distribusi melalui kemitraan dan digital banking synergy.
“Target utama mereka adalah menyasar generasi milenial dan Gen Z yang semakin kritis dalam memilih layanan keuangan,” katanya.
Baca juga : Bentuk Satgas Nataru, Pertamina Group Siap Siaga Melayani Masyarakat
Panji menegaskan, strategi ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan modal inti CIMB Niaga Syariah hingga mencapai minimal Rp 6 triliun pada tahun 2030, dengan model bisnis KBMI II yang memanfaatkan infrastruktur bank induk KBMI IV.
Panji mengajak media untuk berperan aktif dalam mendukung inklusivitas dan literasi keuangan syariah di Indonesia.
Ia optimistis bahwa spin-off ini tidak akan mengurangi nilai aset konsolidasi CIMB Niaga, justru akan mempercepat kemajuan dan pengembangan layanan.
“Kami berharap dengan spin-off ini, CIMB Niaga Syariah bisa menjadi bank yang lebih besar, kuat, dan inovatif, khususnya dalam melayani UKM dan konsumen di kota-kota besar,” pungkas Panji.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.