RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah resmi meluncurkan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) sebagai saluran pelaporan hambatan usaha yang bisa diakses pelaku bisnis selama 24 jam.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kanal tersebut dapat diakses melalui laman https://lapor.satgasp2sp.go.id. Setiap laporan yang masuk akan langsung ditindaklanjuti oleh Satgas P2SP.
“Kanal ini dapat diakses 24 jam oleh pelaku usaha. Setiap laporan debottlenecking akan ditangani Satgas P2SP,” kata Airlangga saat peluncuran di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Baca juga : Kementerian PU Percepat Mobilisasi dan Pemasangan Jembatan Bailey di Aceh
Airlangga menjelaskan, seluruh laporan kendala usaha akan dibahas secara rutin setiap pekan oleh kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Satgas P2SP. Pembahasan dilakukan lintas sektor agar penyelesaian masalah berjalan cepat, terkoordinasi, dan akuntabel.
“Hari ini pemerintah membangun kanal debottlenecking untuk menampung, menindaklanjuti, dan menyelesaikan hambatan dunia usaha secara terintegrasi,” ujarnya.
Penanganan debottlenecking berada di bawah Kelompok Kerja (Pokja) 2 Satgas P2SP. Pokja ini mengawal sejumlah program strategis pemerintah, mulai dari magang lulusan perguruan tinggi, bantuan pangan, BLT kesejahteraan, diskon transportasi, hingga sektor padat karya.
Baca juga : Prabowo di Bener Meriah: Pemerintah Siapkan Penggantian Rumah Warga Terdampak
Menurut Airlangga, kanal ini menjadi bentuk kehadiran negara dalam mendampingi dunia usaha sekaligus memperkuat kepercayaan investor. Sistem pelaporan berbasis website yang terhubung dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) memungkinkan pelaku usaha memantau progres penanganan secara real time.
“Dengan mekanisme ini, pelaku usaha mendapat kepastian. Laporan ditindaklanjuti, dibahas rutin, dan diselesaikan lintas kementerian,” tegasnya.
Pemerintah berharap Kanal Debottlenecking Satgas P2SP mampu memangkas hambatan birokrasi, mempercepat penyelesaian kendala usaha, serta menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.