BREAKING NEWS
 

Bantu Nasabah Terdampak Bencana

BSI Siap Restrukturisasi Dan Relaksasi Pembiayaan

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Sabtu, 20 Desember 2025 06:30 WIB
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI tengah menyiapkan program relaksasi dan restrukturisasi pembiayaan untuk nasabah terdampak bencana alam. Kebijakan ini diharapkan membantu meringankan beban ekonomi para nasabah.

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BSI dalam memberikan perlindungan dan keringanan kepada nasabah di tengah kondisi force majeure,” kata Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dalam keterangan resmi, kemarin. 

Program tersebut juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah terkait mitigasi penanganan restrukturisasi pembiayaan masyarakat Sumatera (Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara) yang terdampak bencana alam hidrometeorologi. 

Baca juga : 14 Lapak Usaha Warga Di Kuburan Dibongkar

Anggoro mengatakan, kebijakan relaksasi dan restrukturisasi pembiayaan ditujukan untuk membantu meringankan beban nasabah, agar dapat bangkit melanjutkan hidup, keberlangsungan usaha, dan men-support pemulihan ekonomi pascabencana di wilayah terdampak. 

BSI, tegasnya, berkomitmen selalu hadir mendampingi nasabah, khususnya di saat-saat sulit. 

“Program relaksasi pembiayaan ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi nasabah untuk fokus pada pemulihan, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya. 

Baca juga : Juventus Vs AS Roma, Momentum Ke Puncak

Anggoro melanjutkan, sejalan dengan kebijakan Pemerintah, BSI juga memberlakukan tiga fase penanganan nasabah terdampak. 

“Fase pertama, restrukturisasi kolektif pemberian masa tenggang (grace period) sejak Desember 2025 hingga Maret 2026,” katanya. 

Artinya, imbuh Anggoro, nasabah yang masuk kriteria tersebut diberikan kelonggaran penundaan pembayaran angsuran pembiayaan. 

Baca juga : Indonesia Runner Up Cabang Olahraga Gulat

Fase berikutnya, adalah terkait relaksasi dalam bentuk restrukturisasi melalui program rescheduling atau penjadwalan ulang. 

Restrukturisasi dilakukan secara selektif kepada segmen UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), Ritel dan Konsumer dengan mempertimbangkan profi l risiko, prospek usaha, serta kemampuan bayar nasabah, sesuai dengan ketentuan regulator. 

Adsense

Hingga September 2025, pembiayaan BSI mencapai Rp 301 triliun, di mana portfolio didominasi segmen konsumer dan ritel sekitar 72,42 persen dari total pembiayaan. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense