Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Mau Tanam Sawit Untuk BBM, Apakah Pembentukan Badan Khusus Diperlukan?
Badiul Hadi: Perspektif Anggaran, Ini Kontraproduktif
Jumat, 19 Desember 2025 07:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memunculkan gagasan dan ide cemerlang untuk mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT). Caranya, dengan menanam sawit di Papua agar dapat swasembada energi dengan menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) dari sawit.
“Dan juga nanti kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit,” kata Prabowo, saat memberi pengarahan dalam rapat percepatan pembangunan Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Selain sawit, Ketua Umum Partai Gerindra ini juga ingin di Papua ditanam tebu, cassava hingga singkong agar bisa memproduksi etanol.
Baca juga : Firman Soebagyo: Agar Fokus, Karena Bukan Hanya Sawit
Jika program ini direalisasikan, dalam lima tahun ke depan, semua daerah, termasuk Papua, bisa swasembada energi dan swasembada pangan.
Merespons keinginan Presiden Prabowo, anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo menyambut baik dan mendukung kebijakan Pemerintah dalam mengembangkan EBT dan pangan di Papua.
Namun, kata Firman, dalam membangun dan mengembangkan EBT di Papua dan wilayah lainnya mesti dibentuk badan khusus EBT.
Baca juga : Ara Siapkan 2.603 Rumah Buat Korban Banjir Sumatera
Nantinya, badan khusus EBT ini akan mengelola secara EBT dengan fokus dan profesional.
Apalagi, wacana pembentukan badan khusus EBT ini pernah disuarakan pada 2023. Saat itu, Dyah Roro Esti Widya Putri, anggota Komisi VII DPR RI yang mendorong adanya badan khusus EBT.
Ia mengungkapkan, potensi EBT sangat besar dan realisasinya sangat kecil, dan turut menjadi sorotan dunia internasional apalagi Indonesia termasuk negara yang bakal menerima bantuan pendanaan dari Just Energy Transition Partnership (JETP).
Baca juga : KUHAP Dan KUHP Baru Hadirkan Penegakan Hukum Berkeadilan
Manajer Riset Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Badiul Hadi kurang sepakat dengan wacana pembentukan badan khusus EBT. Kata dia, permasalahan yang ada bukan karena kekosongan lembaga, tetapi karena perhatian Pemerintah yang dianggap kurang maksimal.
Justru, sambungnya, dengan situasi ekonomi negara yang belum stabil, pembentukan badan khusus EBT akan kontraproduktif.
Untuk melihat lebih jauh bagaimana pandangan dan pendapat Badiul Hadi mengenai wacana pembentukan badan khusus EBT, berikut hasil wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya