RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat diplomasi ekonomi untuk meningkatkan investasi, memperluas pasar ekspor dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing industri nasional di tengah dinamika perekonomian global.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, penguatan daya saing industri menjadi prioritas Pemerintah dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
Strategi tersebut ditempuh melalui pengembangan kerja sama internasional yang terarah. Ini dilakukan untuk menarik investasi berkualitas, memperluas akses pasar, mempercepat industrialisasi, serta mendorong alih teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia industri.
Baca juga : BSI Siap Restrukturisasi Dan Relaksasi Pembiayaan
Menurut Agus, sinergi antarkementerian memiliki peran strategis dalam memastikan agenda pengembangan industri nasional berjalan dan selaras dengan arah diplomasi ekonomi Indonesia.
“Kebijakan industri yang kuat perlu didukung jejaring kerja sama internasional yang efektif agar potensi industri dalam negeri dapat dimanfaatkan optimal,” kata Agus dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dalam pengembangan kerja sama internasional, promosi dan fasilitasi investasi industri. Kolaborasi ini diharapkan mendukung percepatan industrialisasi nasional berbasis nilai tambah dan berorientasi ekspor.
Baca juga : 14 Lapak Usaha Warga Di Kuburan Dibongkar
Dalam kerja sama ini, Kemenperin berperan sebagai perumus dan pelaksana kebijakan industri nasional. Sedangkan Kemlu mengoptimalkan diplomasi ekonomi melalui jaringan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.
Penguatan sinergi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Sinergi Penguatan Kerja Sama Internasional, Promosi dan Fasilitasi Investasi dalam Pengembangan Industri Nasional antara Kemenperin dan Kemlu.
Nota Kesepahaman ini menjadi kerangka strategis untuk mengintegrasikan kebijakan industri dengan arah politik luar negeri dan diplomasi ekonomi Indonesia.
Baca juga : Juventus Vs AS Roma, Momentum Ke Puncak
“Kerja sama ini tidak hanya fokus pada promosi. Namun juga pada fasilitasi investasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan nilai tambah, alih teknologi dan penguatan struktur industri nasional,” jelasnya.
Nota Kesepahaman tersebut disusun untuk mengakselerasi sejumlah program prioritas. Antara lain percepatan hilirisasi dan industrialisasi melalui peningkatan investasi asing di kawasan industri.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.