BREAKING NEWS
 

Sidak Pasar Jelang Nataru, Amran Pastikan Harga Pangan Stabil

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 23 Desember 2025 23:05 WIB
Mentan Amran Sulaiman melakukan sidak harga pangan di Pasar Wonokromo, Surabaya, Selasa pagi (23/12/2025). (Foto: Dok. Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga pangan di Pasar Wonokromo, Surabaya, Selasa pagi (23/12/2025). Dalam sidak tersebut, Mentan menegaskan bahwa hampir seluruh harga pangan strategis terpantau berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Alhamdulillah, hasil sidak menunjukkan harga pangan relatif stabil. Lebih dari 90 persen berada di bawah HET,” kata Amran, usai melakukan sidak.

Amran menyampaikan, harga beras saat ini berada dalam kondisi sangat baik dan terkendali. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejumlah jenis beras dijual di bawah HET. Sementara itu, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog tetap dipasarkan sesuai ketentuan, yakni Rp 12.500 per kilogram.

Baca juga : Didominasi Perempuan, Amartha Buka 110 Ribu Lapangan Kerja Di Perdesaan

“Alhamdulillah, beras aman, stok kuat, dan harga stabil. Dari hasil pantauan kami, harganya normal, bahkan cenderung turun. Beras SPHP Bulog tetap dijual Rp 12.500 per kilogram. Ini hasil kerja bersama Bulog, Satgas Pangan, dan aparat di lapangan,” ujar Amran.

Adsense

Selain beras, Amran menyampaikan bahwa harga telur ayam ras juga terpantau stabil di kisaran Rp 30.000 per kilogram atau masih berada di bawah HET. Harga bawang pun relatif terkendali. Sementara itu, komoditas gula pasir dipastikan aman dan tidak mengalami kenaikan harga karena didukung oleh stok nasional yang melimpah.

“Gula tidak ada masalah. Stok kita sangat banyak. Tadi kami pantau harganya sekitar Rp 16.400 per kilogram, masih jauh di bawah HPP sebesar Rp 17.500. Stok kita banyak, jadi tidak ada alasan harga gula naik,” kata Amran.

Baca juga : Tinjau Stasiun Pasar Senen, Kapolri Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru 2025

Namun demikian, dalam sidak tersebut Amran menemukan adanya pelanggaran Harga Eceran Tertinggi (HET) pada komoditas minyak goreng. Dari hasil pembelian langsung di dua lapak berbeda, minyak goreng dijual seharga Rp 16.000 per liter atau sekitar Rp 300 lebih tinggi dari HET pemerintah sebesar Rp 15.700 per liter.

“Ini satu-satunya komoditas yang kami temukan dijual di atas HET. Meski kenaikannya kecil, tetap tidak boleh.Ini sekarang langsung kita tindak, dulu masih sekadar himbauan, sekarang penindakan,” ucap Amran.  

Dia mengatakan bahwa kenaikan harga minyak goreng tersebut tidak dipengaruhi oleh momentum Nataru. Barang bukti hasil pembelian langsung minyak goreng pada sidak tersebut pun langsung diserahkan kepada Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jawa Timur untuk ditelusuri hingga ke tingkat produsen.

Baca juga : Libur Nataru 2026, CIMB Niaga Pastikan Kesiapan Layanan Operasional

“Yang kami kejar adalah produsennya, bukan pedagang eceran. Jangan bebani penjual kecil karena margin mereka sangat terbatas, hanya sekitar Rp 100–Rp 200. Jika nanti terbukti ada kesengajaan, izinnya akan dicabut. Kami bertanggung jawab penuh dan sudah berkoordinasi dengan Kapolri serta Satgas Pangan,” ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense