RM.id Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melakukan penataan 43 kios usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perbaikan sarana ibadah, serta toilet umum di Kawasan Wisata Pantai Viral Bagek Kembar, Kota Mataram.
Program ini dilaksanakan bertepatan dengan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN EPI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penguatan sektor pariwisata dan pemberdayaan UMKM pesisir.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan, program ini difokuskan pada penataan kios agar lebih tertib, nyaman, dan memiliki daya tarik visual yang lebih baik bagi wisatawan.
Penataan tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman berkunjung yang positif sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Menurut Mamit, PLN EPI tidak hanya hadir sebagai penyedia energi primer, tetapi juga sebagai mitra pembangunan sosial.
Baca juga : PLN EPI Resmikan Hub Biomassa Tasikmalaya–Ciamis Dorong Ekonomi Lokal
“Penataan kios ini Kami rancang agar kawasan Pantai Viral menjadi lebih bersih, rapi dan menarik, sehingga jumlah kunjungan wisata meningkat dan manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh pelaku UMKM,” ujar Mamit.
Ia menambahkan, Pantai Viral Bagek Kembar memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan Kota Mataram apabila didukung fasilitas UMKM yang representatif dan tertata dengan baik.
“Ketika wisatawan merasa nyaman, mereka akan tinggal lebih lama, berbelanja lebih banyak, dan itu berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Program penataan kios UMKM di Pantai Viral ini merupakan program perdana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN EPI di Pulau Lombok.
Ke depan, PLN EPI menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi jangka panjang dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat dan destinasi wisata berbasis potensi lokal.
Baca juga : PLN UID Jakarta Raya Bagikan 300 Sembako dan Beasiswa untuk Ojol Listrik
“Kami ingin membangun kerja sama yang berkelanjutan, bukan sekedar kegiatan sesaat. Dukungan pemerintah daerah menjadi kunci agar program ini dapat tumbuh dan memberi dampak yang konsisten,” imbuh Mamit.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra mengapresiasi keterlibatan PLN EPI dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Viral Bagek Kembar.
Menurutnya, pengembangan destinasi wisata membutuhkan peran aktif berbagai pihak, tidak hanya pemerintah daerah.
“Kegiatan PLN EPI ini sangat strategis. Penataan lapak UMKM menjadi solusi konkret untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata, terutama di tengah keterbatasan sumber daya yang ada,” ujarnya.
Cahya juga menyinggung tantangan abrasi di wilayah pesisir Mataram yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan kawasan wisata.
Baca juga : Airlangga Pede Ekonomi Indonesia Makin Moncer
Ia menyebutkan, Pemerintah Kota Mataram tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk penanganan terpadu.
“Kami sedang mengupayakan pembangunan pemecah ombak dengan teknologi yang tepat. Penanganan abrasi ini membutuhkan dukungan kebijakan di tingkat nasional, namun kami optimistis upaya ini dapat segera terealisasi untuk melindungi kawasan wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, PLN Energi Primer Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 8, SDG 11, dan SDG 17.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.