RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Gadjah Mada (UGM) mengerahkan jejaring Academic Health System (AHS) untuk membantu korban bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera. Hal ini sebagai bagian dari respons terpadu penanganan bencana.
"Kehadiran AHS UGM menjadi penghubung antara layanan klinis, kesehatan masyarakat, serta penguatan sistem kesehatan di wilayah terdampak," demikian keterangan AHS UGM yang diterima wartawan, Senin (12/1/2026).
Melalui jejaring ini, UGM secara berkala mengirimkan tim medis ke wilayah terdampak di Sumatera. Tim terdiri atas tenaga kesehatan lintas disiplin dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), Rumah Sakit Akademik UGM, serta jejaring layanan kesehatan akademik UGM.
Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan, pengobatan rawat jalan dan darurat, layanan spesialis, kunjungan mobile clinic, hingga home visit. "Pendekatan berlapis ini diterapkan untuk menjamin kesinambungan layanan kesehatan masyarakat sejak fase darurat hingga masa pemulihan pascabencana," lanjutnya.
Baca juga : Area Bencana Semoga Pulih Sebelum Lebaran
Keberlanjutan layanan kesehatan AHS UGM tercermin dari pola penugasan tim yang berlangsung hampir sepanjang Desember 2025. Melalui skema penugasan bergilir, AHS UGM menurunkan enam tim secara berurutan sejak 2 hingga 28 Desember 2025 untuk melakukan asesmen, manajemen kedaruratan, dan pelayanan medis di Aceh Utara serta Bener Meriah.
Tim gabungan tersebut melibatkan jejaring rumah sakit AHS UGM, antara lain Rumah Sakit Akademik UGM, RSUP Dr. Sardjito, RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, RS Mata Dr. YAP, RSUD Sleman, dan RSUD Wates, serta dukungan dari Fakultas Farmasi UGM.
"Dalam periode tersebut, layanan kesehatan menjangkau 3.877 penerima manfaat di berbagai titik terdampak banjir dan tanah longsor. Hingga 2 Januari 2026, respons AHS UGM telah dilaksanakan melalui tujuh batch pelayanan, dengan rata-rata 17 tenaga kesehatan per batch," ucapnya.
Setiap batch bertugas selama tujuh hari guna menjangkau sedikitnya 4.127 warga terdampak di Aceh Utara dan Bener Meriah melalui layanan di pos pengungsian, RSUD Muchtar Hasbi, serta sejumlah puskesmas terdampak. Gambaran operasional di lapangan tercermin pada penugasan Tim Medis EMT AHS UGM Aceh Utara Batch 5 yang bertugas pada 27 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Baca juga : Mentan Tegas, Lawan Praktik Pangan Ilegal
Dalam periode tersebut, tim memberikan layanan kesehatan kepada 716 penerima layanan di berbagai lokasi terdampak banjir dan tanah longsor. Pelayanan meliputi pemeriksaan kesehatan, layanan farmasi, pengkajian keperawatan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, kunjungan pasien rawat inap, serta pendampingan surveilans dan dukungan psikososial sebagai bagian dari respons kesehatan terintegrasi.
Selain layanan klinis, AHS UGM juga berperan dalam penguatan sistem kesehatan di wilayah terdampak. Upaya ini dilakukan melalui perbaikan sarana penunjang seperti listrik dan genset, sanitasi, serta koordinasi logistik medis. AHS UGM turut mendukung aktivasi kembali layanan RSUD Muchtar Hasbi yang terdampak bencana, serta penguatan fungsi Health Emergency Operation Center (HEOC) Kabupaten Aceh Utara agar sistem koordinasi kedaruratan dapat kembali berjalan optimal.
Penguatan sistem kesehatan tersebut melengkapi layanan medis langsung kepada masyarakat terdampak. Dengan berfungsinya kembali fasilitas kesehatan, rujukan pasien, pelayanan lanjutan, dan pemantauan kesehatan masyarakat dapat dilakukan secara lebih efektif. Integrasi antara layanan lapangan dan penguatan fasilitas menjadi kunci keberlanjutan respons kesehatan pascabencana.
Seluruh layanan dan penguatan sistem yang dilakukan AHS UGM terhubung dengan kerja lintas sektor yang dikoordinasikan oleh UGM. Data layanan kesehatan menjadi bagian dari ekosistem respons kebencanaan berbasis pengetahuan yang dikembangkan bersama para pemangku kepentingan. Integrasi data dan pengalaman lapangan tersebut memungkinkan pengambilan keputusan kesehatan yang lebih tepat sasaran.
Baca juga : Menteri PKP Siapkan 197 Titik Lahan Huntap Korban Bencana di Sumatera
Ke depan, AHS UGM terus memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas respons kesehatan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Pengalaman lapangan di Aceh Utara dan Bener Meriah menjadi pembelajaran penting dalam pengembangan model layanan kesehatan kebencanaan berbasis akademik.
"Pendekatan terintegrasi ini diarahkan untuk memperkuat sistem kesehatan masyarakat di wilayah rawan bencana, sekaligus menegaskan peran UGM dalam mendukung penguatan sistem kesehatan nasional di situasi krisis," tutup AHS UGM.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.