Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertamina–Elnusa Bangun Sumur Air Bersih untuk Warga Terdampak Bencana Sumatra
Jumat, 9 Januari 2026 08:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) bersama PT Elnusa Tbk dan Yayasan Baitul Hikmah (YBH) berkolaborasi menyediakan akses air bersih bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatra, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang.
Upaya ini dilakukan melalui pembangunan sumur air pompa sebagai bagian dari pemulihan pascabencana.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penyerahan tujuh unit alat bor sumur air jacro serta donasi yang dihimpun dari pekerja Elnusa Group.
Bantuan ini akan dimanfaatkan untuk membangun sumur air bersih di titik-titik strategis dengan aktivitas masyarakat yang tinggi, guna memastikan ketersediaan air bersih secara berkelanjutan.
Baca juga : 11 Daerah Terdampak Bencana Normal Lagi
Vice President Corporate Social Responsibility & Small Medium Enterprise Partnership Program Pertamina, Rudi Arfianto, mengatakan ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar dalam penanganan bencana, selain logistik dan energi.
“Dari berbagai pengalaman Pertamina dalam mendukung pemulihan bencana di Indonesia, kebutuhan air bersih selalu menjadi kebutuhan utama. Karena itu, kolaborasi ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat dapat segera memperoleh akses air bersih yang layak,” ujar Rudi dalam acara Penyerahan Alat Bor Sumur Air & Donasi Elnusa Peduli Bencana Alam Banjir Longsor di Graha Elnusa, Kamis (8/1/2026).
Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo, menilai kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menghadirkan solusi berbasis kapabilitas perusahaan untuk masyarakat terdampak bencana.
“Inisiatif ini tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi pemulihan yang lebih tangguh ke depan. Kami berharap bantuan ini memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam masa pemulihan,” ujar Andri.
Baca juga : Gerindra Juga Bantu Daerah Lain Yang Terdampak Bencana
Penyerahan tujuh unit alat bor sumur air jacro tersebut merupakan bagian dari rencana pembangunan sumur bor di wilayah terdampak bencana, terutama Aceh Tamiang dan Pidie Jaya.
Hingga saat ini, Pertamina telah mengebor lima sumur di Aceh Tamiang, yang tersebar di Kecamatan Bendahara, Kecamatan Rantau, dan Hunian Sementara di Kecamatan Karang Baru.
Selain pembangunan sumur baru, Pertamina juga telah mereaktivasi 19 sumur di Kabupaten Aceh Tamiang.
Perusahaan pelat merah itu turut mengirimkan 15 truk tangki air bersih per hari. Hingga 8 Januari 2026, total air bersih yang telah disalurkan ke Aceh Tamiang mencapai 2.165.000 liter.
Baca juga : Pemerintah Anggarkan Rp 60 T Di APBN 2026 Untuk Penanganan Bencana
Program penyediaan air bersih ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi, SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, serta SDG 13 terkait aksi terhadap perubahan iklim.
“Air bersih bukan hanya kebutuhan masa tanggap darurat, tetapi juga kebutuhan jangka panjang masyarakat pascabencana. Karena itu, Pertamina berkomitmen menyediakan fasilitas air bersih di puluhan titik yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” pungkas Rudi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya