RM.id Rakyat Merdeka - Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyambut baik arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya peran pendidikan tinggi dalam mendukung investasi strategis dan agenda hilirisasi nasional.
Arahan tersebut dinilai mempertegas urgensi kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan, penekanan Presiden terhadap dukungan perguruan tinggi pada 18 proyek strategis hilirisasi yang dikelola Danantara menunjukkan arah kebijakan pembangunan yang semakin terintegrasi antara pengembangan sumber daya manusia, riset, dan investasi.
“HKI melihat arahan Presiden sebagai sinyal kuat bahwa pembangunan industri ke depan harus bertumpu pada kesiapan SDM, riset terapan, dan inovasi. Hal ini sangat relevan untuk memastikan investasi strategis benar-benar memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” kata Ma’ruf di Jakarta, Kamis (14/1/2026).
Baca juga : Jalankan Arahan Presiden, Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Di Jateng
HKI menilai keberadaan Danantara sebagai badan pengelola investasi strategis memiliki peran penting dalam mempercepat pembiayaan dan pelaksanaan proyek-proyek hilirisasi. Dalam konteks tersebut, kawasan industri dipandang sebagai simpul eksekusi yang memastikan proyek berjalan efektif melalui ketersediaan lahan siap bangun, utilitas, kepastian layanan, serta ekosistem industri yang terintegrasi.
Menurut Ma’ruf, relasi antara Danantara dan kawasan industri bersifat saling melengkapi. Danantara memperkuat sisi pembiayaan dan portofolio proyek strategis, sementara kawasan industri memastikan kesiapan lokasi dan ekosistem usaha sehingga investasi dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak ekonomi yang nyata.
Ia menegaskan keberhasilan 18 proyek strategis hilirisasi tersebut akan menciptakan siklus pertumbuhan yang saling menguatkan. “Ketika investasi tumbuh, ekonomi tumbuh, dan lapangan kerja tercipta. Pada saat yang sama, ekosistem industri nasional akan semakin kuat dan berdaya saing,” ujarnya.
Dalam rangka percepatan investasi, HKI menyatakan kesiapan untuk memperkuat koordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM guna mendukung kelancaran realisasi proyek, mulai dari kesiapan kawasan industri, fasilitasi perizinan, hingga pengawalan isu-isu debottlenecking yang kerap dihadapi investor.
Baca juga : RUU Perkoperasian, Rizal Bawazier Dorong Pembentukan LPS Koperasi
Di sisi penguatan SDM dan riset, HKI juga menegaskan komitmennya menjembatani kebutuhan industri dengan dunia pendidikan tinggi.
Komitmen tersebut sebelumnya ditegaskan melalui nota kesepahaman yang ditandatangani bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM pada Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Kesepakatan tersebut berfokus pada penyelarasan kurikulum, penguatan riset terapan, serta dukungan terhadap agenda hilirisasi industri nasional.
“HKI siap terlibat aktif dalam menindaklanjuti arahan Presiden. Kawasan industri dapat menjadi laboratorium nyata bagi riset terapan, pengembangan talenta, serta penyerapan lulusan perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan,” kata Ma’ruf.
Baca juga : IKPI: Konsultan Pajak Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik
HKI berharap sinergi antara pemerintah, Danantara, perguruan tinggi, dan pelaku kawasan industri dapat berjalan konsisten dan terukur, sehingga agenda hilirisasi dan investasi strategis tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga memperkuat struktur industri nasional secara berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.