BREAKING NEWS
 

Profil Dirut RSCM, Penggagas Hospital Without Walls Yang Diangkat Jadi Disertasi

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 23 Januari 2026 09:30 WIB
Direktur Utama RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dr. Supriyanto. (Dok. RSUD dr. Iskak Tulungagung)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Supriyanto, Sp.B, FINACS, M.Kes mengangkat konsep Hospital Without Walls sebagai disertasi doktor pada Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Konsep rumah sakit tanpa sekat itu dibedah secara akademik setelah lebih dari satu dekade diterapkan secara nyata di lapangan.

Disertasi berjudul “Pengembangan Model Manajemen Rumah Sakit Berbasis Konsep Hospital Without Walls dalam Platform Public Safety Centre” menempatkan Public Safety Center (PSC) 119 sebagai pusat koordinasi klinis terintegrasi. Melalui sistem ini, layanan kesehatan tidak lagi menunggu pasien datang ke rumah sakit, melainkan dimulai sejak pra-rumah sakit melalui koordinasi lintas fasilitas dan lintas sektor.

Model tersebut merujuk pada praktik yang dijalankan lebih dari 11 tahun di RSUD Dr. Iskak Tulungagung, Jawa Timur. PSC 119 berfungsi sebagai clinical coordination center yang menghubungkan rumah sakit, puskesmas, ambulans, pemadam kebakaran, kepolisian, PMI, hingga relawan. Triase atau penyaringan dilakukan sejak dini sehingga pasien gawat darurat tertangani lebih cepat.  Sementara kasus stabil dapat dirawat dari rumah berbasis telemedicine. Dampaknya, akses layanan meningkat, biaya lebih efisien, dan mutu klinis tetap terjaga.

Baca juga : Dirut RSCM Ulas Hospital Without Walls Dalam Disertasi Doktor, Begini Isinya

Inovasi Hospital Without Walls tersebut mendapat pengakuan internasional. Pada 2019, model ini dipresentasikan dalam kongres International Hospital Federation dan meraih Gold Winner Category Corporate Social Responsibility, menegaskan posisinya sebagai best practice di tingkat global.

Adsense

Di balik disertasi itu, ada rekam jejak panjang seorang dokter bedah yang tumbuh dari pelayanan dasar. dr. Supriyanto lahir di Tulungagung, 31 Januari 1964. Pendidikan kedokterannya ditempuh di Universitas Brawijaya dan lulus pada 1991. Ia meraih gelar spesialis bedah umum pada 2004, lalu menyelesaikan studi magister kesehatan (S2) pada 2019.

Kariernya dimulai sebagai Kepala Puskesmas di Kerinci, Jambi, sebelum menjadi dokter umum dan kemudian dokter spesialis bedah di RSUD dr. Iskak Tulungagung. Sejak 2014, ia dipercaya memimpin rumah sakit tersebut dan menjadikannya laboratorium hidup bagi pengembangan Hospital Without Walls.

Baca juga : PSAT Luncurkan Arsip Digital Hasjim Djalal, Warisan Diplomasi Jadi Aksesibel

Sejumlah penghargaan nasional diraih atas inovasi layanannya, antara lain Dokter Teladan Nasional, inovator layanan gawat darurat modern, hingga penghargaan Public Services of the Year dan Marketing Champion dari MarkPlus. Ia juga dikenal sebagai inovator layanan Sindroma Koronaria Akut Terintegrasi (LASKAR).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi atas inovasi dr. Supriyanto saat memimpin RSUD dr. Iskak Tulungagung. Menkes menilai keberhasilan transformasi rumah sakit diukur dari sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat. Ia menyebut RSUD dr Iskak Tulungagung sebagai salah satu contoh sukses reformasi layanan kesehatan, dengan tata kelola dan inovasi yang layak direplikasi secara nasional.

Prinsip-prinsip manajemen yang lahir dari pengalaman tersebut kini mulai diterapkan di RSCM. Dalam dua tahun terakhir, rumah sakit rujukan nasional itu mencatat perbaikan signifikan, baik dari sisi kinerja keuangan maupun peningkatan akses layanan kegawatdaruratan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense