Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Agar Bisa Bersaing, Tenaga Kerja Lokal Harus Tingkatkan Etos Dan Kinerja
Sabtu, 17 Mei 2025 18:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tenaga kerja lokal sebenarnya sangat dibutuhkan oleh industri-industri baru yang akan berinvestasi di Indonesia. Namun, rendahnya etos kerja dan kurangnya kinerja optimal membuat para investor lebih memilih menggunakan tenaga kerja asing.
“Ada etika yang semestinya menjadi pemicu tenaga kerja lokal untuk menaruh kepercayaan kepada perusahaan tempat bekerja. Nah, etika kerja inilah yang kerap diabaikan,” ujar entrepreneur sekaligus pengacara, Elizabeth Pisciliaruntu, saat menggelar diskusi bertema “Etos dan Etika dalam Bekerja” di Jakarta, Jumat (16/5) malam.
Diskusi tersebut merupakan bentuk kepedulian dari Kantor Hukum Elizabeth Pisciliaruntu & Partners terhadap kesiapan tenaga kerja Indonesia. Acara ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan daya saing tenaga kerja nasional.
Baca juga : Kalau Heru Hanindyo Banding, Kejagung Bakal Lakukan Langkah Serupa
Elizabeth menilai, perlu dimulai upaya nyata untuk memotivasi dan membangun kesadaran pekerja lokal melalui perbaikan diri yang berkelanjutan. “Bukan perkara mudah membangun kesadaran. Jika tidak dibentuk dari sekarang, tenaga kerja asing akan mendominasi. Sedih kalau akhirnya perusahaan terpaksa membuka lebih banyak peluang untuk tenaga asing,” ujarnya.
Ia juga menyoroti rendahnya kepercayaan diri sebagian tenaga kerja lokal yang merasa terancam diberhentikan atau diawasi ketat. “Bahkan, ada yang bekerja semaunya karena merasa dirinya adalah warga sekitar, dan justru mengganggu produksi industri,” katanya.
Dalam diskusi bersama sejumlah perusahaan, Elizabeth mengungkapkan bahwa banyak pengusaha sebenarnya siap membayar upah layak, asalkan tenaga kerja lokal bisa bekerja sesuai target. “Kebanyakan kinerjanya lamban. Seharusnya satu pekerjaan bisa diselesaikan satu orang, tapi karena lambat, harus dikerjakan dua orang. Akhirnya, biaya gaji membengkak,” paparnya.
Baca juga : Perbaiki Tata Kelola Geopark Danau Toba
Sebagai pengacara yang juga menangani klien dari sektor industri, Elizabeth menyampaikan bahwa banyak perusahaan mengeluhkan kualitas tenaga kerja lokal, meskipun mereka memiliki niat merekrut pekerja dari masyarakat sekitar guna mendukung pemberdayaan dan menurunkan angka pengangguran.
Atas dasar itulah, Elizabeth dan timnya mencoba mendalami permasalahan mendasar dalam dunia ketenagakerjaan. Ia menemukan beragam keluhan, mulai dari soal persyaratan kerja, informasi yang kurang tersampaikan kepada masyarakat, hingga budaya “orang dalam” yang dianggap menjadi prioritas dalam rekrutmen.
Kepada calon tenaga kerja yang hadir dalam diskusi tersebut dan dipersiapkan untuk bekerja di perusahaan-perusahaan kliennya, Elizabeth memberikan motivasi agar mereka tidak terjebak oleh mitos tentang usia dan koneksi.
Baca juga : Liverpool Vs Arsenal, Laga Penghormatan Sang Juara
“Yang paling penting adalah upgrade diri dan kemampuan. Karena saat ini, banyak pekerjaan sudah digantikan oleh mesin. Kita harus terus belajar,” tegasnya.
Elizabeth menekankan pentingnya perubahan pola pikir bahwa tempat kerja adalah juga tempat belajar. “Belajarlah memahami sesama, beradaptasi dengan lingkungan, berkomunikasi dengan baik, dan menyelesaikan masalah. Gaji adalah bonus dari proses belajar itu,” ujarnya.
Ia berharap tenaga kerja lokal mampu memaksimalkan etos kerja agar tidak kalah dalam persaingan dunia kerja yang semakin ketat. “Kalau kinerjanya baik, perusahaan atau investor akan nyaman, produksi meningkat, dan industri pun peduli terhadap kehidupan karyawannya,” pungkas Elizabeth.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya