Dark/Light Mode

Dirut RSCM Ulas Hospital Without Walls Dalam Disertasi Doktor, Begini Isinya

Jumat, 23 Januari 2026 07:42 WIB
Suasana Ujian Terbuka Promosi Doktor dr. Supriyanto, Sp.B, FINACS, M.Kes di Universitas Airlangga, Surabaya, Jumat 23/1/2026. (Foto: RM.ID/BCG)
Suasana Ujian Terbuka Promosi Doktor dr. Supriyanto, Sp.B, FINACS, M.Kes di Universitas Airlangga, Surabaya, Jumat 23/1/2026. (Foto: RM.ID/BCG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Supriyanto, Sp.B, FINACS, M.Kes mengangkat konsep Hospital Without Walls atau rumah sakit tanpa sekat dalam disertasi doktoralnya pada Program Studi Kesehatan Masyarakat di Universitas Airlangga, Jumat (23/1/2026).

Disertasi berjudul “Pengembangan Model Manajemen Rumah Sakit Berbasis Konsep Hospital Without Walls dalam Platform Public Safety Centre” tersebut membedah model manajemen rumah sakit yang menempatkan pelayanan kesehatan terintegrasi sebagai inti sistem, dengan Public Safety Center (PSC) 119 sebagai pusat koordinasi klinis.

Penelitian ini tidak berhenti pada tataran konsep. Model Hospital Without Walls telah dipraktikkan secara nyata selama lebih dari 11 tahun di RSUD Dr. Iskak Tulungagung, Jawa Timur. Praktik tersebut menunjukkan layanan kesehatan tidak lagi menunggu pasien datang ke rumah sakit, melainkan dimulai sejak pra-rumah sakit melalui koordinasi lintas fasilitas dan lintas sektor.

Baca juga : Dirut RSCM Jalani Ujian Terbuka Promosi Doktor Di Unair

Dalam disertasinya, dr. Supriyanto menjelaskan PSC 119 berfungsi sebagai clinical coordination center yang menghubungkan rumah sakit, puskesmas, layanan ambulans, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan lain. Dengan sistem ini, triase dapat dilakukan sejak dini. Pasien gawat darurat ditangani lebih cepat, sementara kasus stabil dapat dirawat dari rumah berbasis telemedicine.

Hasil penelitian juga menunjukkan kepemimpinan transformasional menjadi faktor kunci keberhasilan model tersebut. Kepemimpinan ini berperan sebagai enabler kolaborasi lintas organisasi, konsistensi penerapan PSC 119, serta peningkatan mutu layanan klinis. Dampaknya, akses pelayanan meningkat, biaya menjadi lebih efisien, tanpa mengorbankan kualitas pelayanan.

Aspek lain yang ditekankan dalam disertasi ini adalah penghapusan diskriminasi layanan. Di RSUD Dr. Iskak, sistem tarif klinis hanya mengenal dua kategori, yakni regular dan VIP. Bahkan untuk sejumlah layanan tertentu telah diterapkan tarif tunggal. Dokter dan tenaga kesehatan tidak membedakan pasien berdasarkan sumber pembiayaan, baik BPJS, asuransi, maupun pasien mandiri.

Baca juga : Nyeri Lutut Bukan Masalah, Dioperasi Pagi, Siang Sudah Bisa Jalan

Inovasi tersebut mendapat pengakuan internasional. Model Hospital Without Walls dipresentasikan dalam kongres International Hospital Federation dan meraih Gold Winner Category Corporate Social Responsibility pada 2019. Penghargaan ini menegaskan model tersebut diakui sebagai best practice di tingkat global.

Dalam disertasinya, dr. Supriyanto juga menegaskan bahwa keberhasilan layanan klinis tidak dapat dilepaskan dari tata kelola korporasi rumah sakit yang sehat. Menurutnya, good clinical governance hanya dapat terwujud jika ditopang good corporate governance yang adil, transparan, dan efisien.

Prinsip-prinsip Hospital Without Walls kini mulai diterapkan di RSCM. Dalam dua tahun terakhir, rumah sakit rujukan nasional itu mencatat perbaikan signifikan, baik dari sisi kinerja keuangan maupun peningkatan akses layanan kegawatdaruratan.

Baca juga : Soal Isu Plagiarisme Dalam Disertasi Menteri Bahlil, 2 Guru Besar Bilang Begini

Disertasi ini dinilai membuka jalan bagi reformasi sistem kesehatan nasional. Model Hospital Without Walls disebut berpotensi direplikasi secara luas untuk memperluas akses layanan, menekan biaya kesehatan masyarakat, serta meningkatkan produktivitas nasional, sekaligus menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bermutu tidak harus mahal.

Ujian terbuka promosi doktor digelar mulai pukul 08.00 WIB di Auditorium Garuda Mukti, Gedung Manajemen Kampus C Unair, Surabaya. Dalam proses akademik tersebut, dr. Supriyanto dibimbing oleh Prof. Dr. Stefanus Supriyanto, dr., MS sebagai promotor, serta Prof. Dr. Nasronudin, dr., Sp.PD., K-PTI, FINASIM sebagai ko-promotor.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.