RM.id Rakyat Merdeka - Memperingati Hari Gizi Nasional 2026, Pertamina Patra Niaga terus memperluas kontribusinya dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di wilayah operasional perusahaan di seluruh Indonesia.
Program TJSL di bidang kesehatan tersebut dijalankan secara terintegrasi, mulai dari pemberian makanan tambahan (PMT), sosialisasi dan pendampingan pencegahan stunting, pelayanan kesehatan dasar, hingga edukasi dan pelatihan penyusunan menu sehat, bergizi seimbang, serta berbasis pangan lokal.
Sepanjang periode 2022–2025, program TJSL Pertamina Patra Niaga telah menjangkau 28 desa di berbagai wilayah Indonesia dengan total 3.097 penerima manfaat.
Mereka terdiri atas 1.782 balita, 217 anak-anak, 331 ibu hamil, 319 lansia, dan 448 kelompok dewasa.
Baca juga : PGN Dorong Pengembangan Jargas Lewat Kolaborasi Strategis
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan bahwa program TJSL Pertamina Sehati dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya kelompok rentan, agar memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan dasar dan pemenuhan gizi.
“Peringatan Hari Gizi Nasional menjadi pengingat bahwa kesehatan khususnya dalam hal pemenuhan gizi yang baik memegang peranan penting dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Melalui berbagai program TJSL, Pertamina Patra Niaga berupaya menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan masyarakat,” ujar Roberth.
Salah satu program unggulan dijalankan melalui Program Kampung Iklim Pengentasan Stunting di Kelurahan Lontong Pancur, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Regional Sumatera Bagian Selatan.
Program ini mengintegrasikan pengembangan lingkungan, ketahanan pangan, dan peningkatan kapasitas keluarga melalui pemanfaatan hidroponik serta pengolahan pangan bergizi.
Baca juga : Indonesia Dorong Aksi Konkret Pasca COP30
Berdasarkan data awal, terdapat 18 anak yang terindikasi dan hampir terindikasi stunting di wilayah tersebut. Melalui dukungan PMT di tiga posyandu, jumlah anak yang masih terindikasi stunting berhasil ditekan menjadi empat anak atau menurun sekitar 75 persen dari kondisi awal.
Hasil panen hidroponik juga dimanfaatkan sebagai bahan PMT bagi balita. Sementara itu, di Jawa Barat, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menjalankan program GARBATERA (Gerakan Balongan Sehat dan Sejahtera) di Balongan, Kabupaten Indramayu.
Program ini berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat pesisir melalui intervensi gizi, edukasi kesehatan, serta penguatan peran posyandu dan pendidikan anak usia dini.
Berdasarkan data desa, jumlah balita stunting di wilayah tersebut menurun dari 32 kasus pada 2024 menjadi 30 kasus pada 2025 seiring pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan kesehatan di tingkat keluarga.
Baca juga : Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas Melalui Program SMEXPO
Roberth menambahkan, seluruh program TJSL di bidang kesehatan yang berfokus pada pemenuhan gizi tersebut selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan poin ketiga, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
“Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat peran sosial perusahaan melalui program-program yang memberikan dampak nyata, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.